-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Waspadai Campak di Jatim Khofifah Himbau Masyarakat Lengkapi Vaksinasi MR

Senin, 23 Januari 2023 | Januari 23, 2023 WIB Last Updated 2023-01-22T23:24:08Z


Surabaya (kabar-nusantara.com) - Gubermur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau seluruh warga untuk mewaspadai penyakit Campak Rubela. Sebab sejumlah wilayah di Indonesia mengalami peningkatan, termasuk Jatim, Minggu (22/1/2023).


Campak telah meningkat diantaranya di Kota Batu, Kab Bangkalan, Kab. Magetan, Kab. Sampang, Kab. Pamekasan, Kab. Sumenep, Kab. Pasuruan dan Kab. Probolinggo.


Dengan kondisi ini, Gubernur Khofifah meminta seluruh sektor kesehatan meliputi jajaran Dinas Kesehatan, Rumah Sakit hingga layanan kesehatan untuk bersiap diri dan mengantisipasi agar kasus Campak pada anak bisa diantisipasi dengan penanganan yang terpadu agar penyebarannya tidak meluas.


Ia juga meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai penyakit Campak pada anak dengan melengkapi status Vaksinasi Campak Rubella (MR) pada anak.


“Kami imbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap penyakit Campak dan segera lengkapi vaksinasi Campak Rubella (MR) anak, karena saat ini tengah terjadi peningkatan kasus campak di beberapa daerah di Jawa Timur,” jelasnya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. 


Lebih lanjut disampaikan Gubernur Khofifah, peningkatan kasus Campak ini disebabkan terjadinya penurunan cakupan imunisasi yang signifikan saat pandemi Covid-19 yang lalu, sehingga menyebabkan banyaknya anak yang tidak mendapatkan imunisasi rutin yang lengkap. 


Oleh karenanya, Pemprov Jatim akan berkoordinasi melalui Kabupaten/Kota untuk mengidentifikasi setiap perkembangan kasus Campak pada anak.


“Kasus Campak terjadi dikarenakan rendahnya cakupan imunisasi MR/MMR. Oleh karena itu, kepada orang tua harus memastikan buah hatinya sudah mendapatkan cakupan vaksinasi yang lengkap,” tegasnya.


Gubernur Khofifah berpesan kepada masyarakat, jika menemui gejala demam dan ruam/bintik kemerahan, segera bawa ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.


“Penyakit ini sangat mudah menular, jika ditemukan 1 kasus, maka bisa menular kepada 12-18 orang disekitarnya. Namun, Campak sangat mudah dicegah dengan Imunisasi. Mohon dipastikan semua anak-anak mendapatkan 3 kali imunisasi Campak yaitu pada saat umur 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD,” harapnya.


Ditempat terpisah, Kadinkes Prov. Jatim dr. Erwin Astha menjelaskan bahwa Pemprov Jatim melalui Dinkes Jatim telah melakukan beberapa upaya untuk mengendalikan kasus Campak di Jawa Timur.


“Kami telah melakukan pendampingan kepada Kabupaten/ Kota terdampak mulai dari melakukan penyelidikan epidemiologi hingga memberikan rekomendasi pelaksanaan Outbreak Respons Immunization (ORI) atau pemberian tambahan imunisasi MR untuk melindungi kelompok masyarakat yang berisiko.” jelasnya. 


Ia menambahkan bahwa Dinkes Jatim juga menyediakan logistik berupa vaksin MR untuk pelaksanaan Outbreak Respons Immunization (ORI) di Kabupaten/Kota yang membutuhkan.


“Selain itu, untuk mencegah meluasnya PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi), Gubernur Jatim juga telah mengeluarkan surat kewaspadaan KLB PD3I pada bulan Juli 2022,” ujar dr. Erwin.


Dia memastikan bahwa Dinkes Jatim akan melakukan pemantauan pelaksanaan (ORI) di Kabupaten/ Kota terdampak.


“Kami juga mendorong Dinkes Kabupaten/Kota dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi rutin yang tinggi dan merata,” paparnya. 

[redho]

×
Berita Terbaru Update