-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Bupati Maros Bagi Pengalaman Dalam Workshop Sekolah Kepemimpinan

Rabu, 23 November 2022 | November 23, 2022 WIB Last Updated 2022-11-23T15:29:02Z


Maros (kabar-nusantara.com) - Bupati AS Chaidir Syam membuka kegiatan workshop nasional Sekolah Kepemimpinan. Kegiatan digelar oleh Share Edu Indonesia di Gedung Serbaguna, Rabu (23/11/2022).


Pemimpin yang hebat lahir dari sekolah. Hal tersebut diungkapkan Bupati Maros, AS Chaidir Syam dihadapan para peserta workshop.


“Maka perlu peran guru sebagai teladan yang baik. Sebab, kepemimpinan dimulai dari lingkungan yang baik,” ungkapnya.


Era saat ini memiliki tantangan yang luar biasa. Dan pendidikan menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter calon pemimpin masa depan.


“Jika pendidik memberikan teladan yang baik, maka sesederhana itu kepemimpinan terlahir,” sebutnya


Ia menambahkan, telah banyak lahir teori-teori kepemimpinan. Namun yang sesungguhnya dibutuhkan adalah pemimpin yang memiliki nilai budaya.


“Misalnya saja dalam filosofi Bugis-Makassar, seorang pemimpin harus memiliki 3 sifat utama. Lempu yang berarti jujur, ada tongeng yang berarti berpegang pada kebenaran, getteng yang berarti tegas atau berkomitmen, serta Temmapasilainge berlaku adil kepada semua,” bebernya.


Chaidir berharap, melalui workshop ini, para guru atau pendidik lebih sadar, bahwa guru adalah orang tua kedua bagi muridnya. Ia menyebutkan, di Maros sendiri telah mendorong berbagai kegiatan terkait guru penggerak.


“Ibarat roll model. Guru harus berusaha menjadi fasilitator dalam mewujudkan merdeka belajar bagi muridnya,” tutur Chaidir.


Kegiatan Workshop tersebut mengikutkan kurang lebih 230 pendidik dari 7 provinsi berbeda. Ini merupakan rangkaian dari kegiatan Scout Leadership Camp ShareEdu Indonesia 2022 yang telah dibuka pada Senin (21/11/2022) lalu.


Ketua Dewan Pengarah Share Edu Indonesia Pusat, Misbahul Munir mengatakan, Share Edu Indonesia hadir dengan tujuan memberikan perubahan yang sangat mendasar terhadap pendidikan. Menurutnya, berbicara soal pendidikan memiliki problem yang cukup kompleks.


“Salah satunya yakni menjadikan masyarakat Indonesia menjadi masyarakat religius, berpengetahuan, dan juga sejahtera. Peradaban yang baik akan lahir jika dari sisi pendidikan kita benar,” katanya.


Peserta yang hadir berasal dari Maros, Makassar, Pangkep, Bone, Pinrang, Sinjai, Luwu, Bali, Kalimantan, Ternate, Sulawesi Barat, bahkan ada yang dari Bengkulu. (***)


×
Berita Terbaru Update