-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Ketua Klasis Tanah Merah Barat Buka Sidang Jemaat Haleluya Tarfia Ke-VIII

Selasa, 22 November 2022 | November 22, 2022 WIB Last Updated 2022-11-22T09:14:30Z


Tanah Merah Barat (kabar-nusantara.com) - Pdt Marlina M Mirino, Ketua Klasis Tanah Merah Barat, membuka sidang jemaat Haleluyah Tarfia Ke - VIII, Selesa (22/11) 2022) 


Evaluasi selama 5 Tahun yang telah melewati, mempersiapkan dan menentukan program kerja untuk  5 Tahun periode 2022-2027 didalam sidang ini. Tetapi yang teristimewa dalam sidang ini akan terjadi pemilihan majelis jemaat periode 2022-2027.


"Berdasarkan tema Sentral Sinode GKI di tanah Papua yang telah kita ketahui bersama, keputusan dalam sidang Sinode ke-18 di Waropen kasih Kristus menggerakkan kemandirian Gereja mewujudkan keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan, (II Korintus 5:18 & 19; Mazmur 72:2&3)," kata dia.



Dia menjelaskan ini secara khusus Klasis GKI Tanah Merah Barat sedang berlangsung sidang-sidang. Hari ini ada tiga jemaat yang bersidang yaitu, jemaat Maranatha, jemaat Bait-el Ambora dan jemaat Haleluyah Tarfia. 


"Karena itu dalam sidang hari ini, seluruh utusan-utusan adalah duta-duta yang secara khusus dipilih dari seluruh jemaat untuk berfikir menentukan program 5 tahun kedepan, kita akan mengaku panggilan kita kepada Tuhan, jemaat ini secara umum, seluruh tanggungjawab pelayanan dalam program pelayanan yang nanti kita programkan sebentar dalam sidang," katanya.


Di tempat yang sama Barnabas Taurui, Ketua Panitia mengatakan kami dari panitia telah melaporkan, bertanggungjawaban sehingga para undangan dan peserta bisa mengetahui laporan panitia. Sehingga sidang ini bisa berjalan dengan baik, ia berharap sidang ini berjalan dengan baik.



Mikha Yual Ketua PHMJ jemaat Haleluyah Tarfia berharap menata pelayanan dalam masa kepemimpinan 5 tahun kedepan periode 2022- 2027. Itu merupakan satu berkat yang muncul dari hati setiap pribadi jemaat, persekutuan dan keluarga untuk menjadi perubahan bagi jemaat GKI Haleluyah Tarfia. 


Sementara itu Boas Taurui, Kepala Suku Adat mewakili jemaat mengharapkan dalam sidang ini, kami akan masukan program kerja untuk 5 tahun kedepan, ia berharap supaya jemaat GKI Haleluyah Tarfia mandiri dalam hal menyampaikan injil kebenaran Tuhan Yesus Kristus. 



"Kami berharap supaya mereka tetap dalam satu barisan di dalam satu Tuhan, satu Gereja. Supaya pintu jemaat atau anugerah Tuhan selalu terbuka bagi warga jemaat, untuk hidup didalam kasih, pengharapan dan beriman kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai kepala Gereja dan pemimpin atau gembala yang baik," tutupnya. (Isak Silak - KBR- 145)

×
Berita Terbaru Update