-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Dua Warga Sembakung Atulai Meninggal Dihantam Fuel Tank Milik PT KIM

Minggu, 18 September 2022 | September 18, 2022 WIB Last Updated 2022-09-17T23:51:24Z


Nunukan (kabar-nusantara.com) - Dua warga Kecamatan Sembakung Atulai Alfan (15) warga Desa Pulau Keras dan Sarti (43) warga Desa Mambulu Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengalami kecelakaan maut sampsi meninggal dunia, Sabtu, (17/09/2022).


Nanti, seorang warga pulau keras ketika dihubungi melalui sambungan telepon menjelaskan, kecelakaan maut terjadi di poros jalan kaltara tepatnya di area desa Lubok buat Block N. Pukul 13.30 siang 


Sebuah alat berat, Lowboy miliki PT KIM ( Kawasan Industri Medan ) memuat Fuel tank untuk di moving ke area kerja PT KIM, Lowboy tersebut mendahului motor yang dikendarai korban, tiba tiba Fuel tank itu jatuh dan menghantam motor yang di kendarai korban, kedua korban pun terlempar jauh dan meninggal ditempat, ungkap Nanti. 


Melihat kedua korban sudah terkujur kaku dan bersimbah darah, Hendra Mawan sopir Lowboy berusaha  melarikan diri namun berhasil diamankan team Polsek Sebuku dan Sembakung, setelah itu langsung dikirim ke polres Nunukan untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.Tambah nanti.



Dari kejadian ini menurut nanti, kita bisa melihat bahwa PT KIM mengabaikan SOP berkendara dijalan umum. Abai terhadap aspek safety dirinya sendiri dan orang lain.


 Melakukan pengangkatan harusnya ada job safety analisis (JSA) di ikat baik baik, kemudian perlu ada pengawalan (escort) karena itu alat berat, sekarang kita melihat hal itu tidak dilakukan PT KIM mungkin ada unsur kesengajaan. Kesal nanti. 


Hal senada diungkapkan oleh Tekson, warga desa Tujung. PT KIM ini ada kontraktor mitra kerja PT Adindo Hutani Lestari ( AHL) selaku owner dan pemilik konsensi area. PT KIM bergerak di bidang harvesting atau penumbangan Akasia serta houling sampai ke tongkang, kata Tekson.


Selama ini mereka bekerja tidak mematuhi aturan, ketika bertemu di jalan aspal banyak warga mengelu bahkan ada yang hampir masuk parit karena menghindari alat alat berat PT KIM yang lewat tidak ada pelannya.


Hal ini sering kali disampaikan warga kepada PT AHL selaku owner dan pemilik konsensi area tapi faktanya tidak ada perubahan, bahkan hari ini menelan korban dua orang. Apakah Adindo tidak memberitahu atau memberitahu tapi tidak di gubris. 


Sebenarnya alat alat berat PT KIM itu sudah dilarang warga melewati jalan aspal karena resikonya sudah diketahui, kemudian mereka juga punya jalan sendiri, itupun beberapa kali disampaikan ke pimpinan PT AHL tapi tidak di indahkan. Harusnya PT AHL beri warning keras atau jangan pakai lagi PT KIM karena masih banyak kontraktor lain yang jauh lebih baik, pungkas Tekson.


Dari informasi yang beredar dewan adat Dayak Agabag dan masyarakat adat mendatangi kantor PT KIM dan PT AHL untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban. Mereka menuntut bertemu dengan direktur kedua perusahaan ini supaya ada kejelasan dan kepastian. (Roni Duman)

×
Berita Terbaru Update