-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Gedung SMK Salumanurung di Segel Warga, Begini Kronologisnya

Senin, 19 September 2022 | September 19, 2022 WIB Last Updated 2022-09-19T15:21:58Z


Mateng (kabar- nusantara.com) - Harling warga Desa Salumanurung mengatakan, Pembangunan gedung SMK, Desa Salumanurung, Kecamatan Budong-budong, Mamuju Tengah disegel warga, karena dinilai menyalahi aturan dalam pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas).  Dan pekerjaanya dinilai tidak sesuai petunjuk tehnis pelaksanaan dan tidak transparans, Jum’at (16/9/2022).


Harling mengungkapkan, pembangunan SMK tersebut dalam ketentuan pelaksanaan kerjanya, harus melibatkan kelompok masyarakat melalui pembentukan (Pokmas)


"Kami warga desa salumanung sengaja menahan pekerjaan pembangunan Gedung SMK salumanurung itu karena kami merasa ini ada permainan kongkalinkong dari pihak pengambil kebijakan atau istansi  terkait,dimana semestinya dalam pelaksanaan pembangunan SMK itu melibatkan kelompok masyarakat melalui pembentukan Pokmas," kata Harling 


Lebih lanjut Harling mengatakan bahwa disini yang terlibat hanyalah guru- guru, tidak ada masyarakat yang tergabung di kelompok tersebut, makanya disebut pokgur, ini yang di  protes warga dan untuk sementara dihentikan pekerjaannya untuk dicek seperti apa petunjuk teknis pembangunan SMK tersebut. 


Harling meminta Kepala Sekolah hadir di Kantor Desa Salumanurung untuk menjelasjan Pokmas yang digunakan untuk mengerjakan Sekolah Salumanurung tersebut.


“Apa betul kelompok yang di pakai Kepsek itu sudah benar, yang kami tahu mereka bukan Pokmas tapi Pokgur,  karena tidak melibatkan masyarakat di dalamnya,” ungkap Harling.


Oleh karena itu Harling meminta Kabid SMK Dikbud Sulbar untuk turun melihat pembangunan SMK Salumanurung yang di ketahui menggunakan DAK tahun 2022 kurang lebih Rp. 500 juta.


“Kami minta hadirkan Kabid SMK Dikbud Sulbar, ibu Camat dan Kepala Sekolah di Kantor Desa, kami masyarakat ingin mengetahui  aturan sebenarnya," bebernya.


Harling juga mengatakan, bahwa semua tenaga kerja pembangunan SMK Salumanurung diduga hanya orang-orang dari luar desa.


“Kepala tukangnya kami larang masuk kerja, karena Kepala Sekolah mengatakan bahwa tukang tersebut dari Desa Lumu titipan pak Kabid, karena diakui sebagai  keluarganya. Pokonya kami larang selama pak Kabid dan Camat tidak datang kesini, kalau sudah dibenarkan itu kelompoknya baru bisa mulai kerja lagi," katanya


Di tempat terpisah Camat Budong-budong Hj. Najir, S Pd, M Pd mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa berkomentar, biar nanti Kepala Sekolah kalau sudah pulang  dari Makassar, akan difasilitasi di Kantor Kecamatan sekalian dengan pihak Pemerintah Desa. 

 

"Saya berjanji akan memfasilitasi untuk mencarikan Solusinya setelah Kepala Sekolah SMK pulang dari Makassar," unkapnya


Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari Kepala Sekolah SMK Salumanurung, walaupun wartawan sudah melakukan komfirmasi namun belum ada tanggapan dari pihak Kepsek tersebut.


Warga berharap dengan turunnya berita ini pihak yang berkompeten,  utamanya Aparat penegak hukum segera mengambil langkah, turun ke lapangan untuk melakukan investigasi. 

(Tim)

×
Berita Terbaru Update