-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Unjuk Rasa Petani Sawit di Kantor Bupati Mateng Minta Perusahaan Ikuti Harga TBS Pemerintah

Sabtu, 04 Juni 2022 | Juni 04, 2022 WIB Last Updated 2022-06-04T03:37:32Z


MATENG (kabar-nusantara.com) - Aksi unjuk rasa puluhan petani kelapa sawit  digelar mulai dari Tugu Benteng Tobadak sampai ke Kantor Bupati Mamuju Tengah Sulbar sejak Kamis 2/6/2022 sampai Jum'at (3/6/2021)


Koordinator aksi, Irfan menyampaikan, semua perusahaan yang ada di Mateng wajib mengikuti harga yang di tetapkan oleh Pemerintah Pusat. "Kami menilai perusahaan pabrik kelapa sawit yang ada di Mamuju Tengah sudah melakukan pelanggaran, karena tidak mengikuti penetapan harga yang di tetapkan oleh Pemerintah," katanya.




Oleh karena itu ia meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Mateng untuk tegas  memberikan sanksi kepada perusahaan pabrik kelapa sawit yang tidak mengikuti harga yang sudah ditetapkan.


“Kami petani kelapa sawit meminta kepada Pemda untuk memberikan tindakan tegas kepada perusahaan yang tidak mengikuti harga yang ditetapkan Pemerintah,” ungkap Irfan dalam orasinya. 


Dalam aksi ini Irfan menyampaikan enam tuntutan utama diantaranya: 

1. Perusahaan kelapa sawit harus mengikuti harga TBS yang telah ditetapkan Pemerintah.

2. Perusahaan tak boleh semaunya menurunkan atau menaikkan harga TBS tanpa ada rapat musyawarah penetapan harga. 

3. Perusahaan harus transparan dalam penetapan harga dan membawa data yang real pada saat penetapan.

4. Meminta kepada Kepala Dinas Perkebunan Provinsi, Kepala Dinas Perkebunan Kab. Mateng dan Bupati Mateng untuk bersikap tegas kepada perusahaan yang melanggar harga penetapan serta mengawasi dan mengevaluasi PKS secara berkala dan konsisten.

5. Meminta kepada DPRD Kabupaten dan DPRD Provinsi untuk terus mengawal, mengevaluasi harga Tbs dengan berdasarkan harga penetapan.

6. Meminta Bupati Mateng bertindak tegas dan memberikan sanksi berat kepada Perusahaan yang tidak menaati aturan Pemerintah terkait penetapan harga TBS.


Aksi unjuk rasa berlanjut pada Jum'at 3/6/2022 dengan agenda mendatangi perusahaan pabrik PT. Trinity yang beralamat di Desa Tabolang Kecamatan Topoyo Kab Mamuju Tengah Sulbar. 


Dalam aksi ini sempat di warnai saling dorong antara pengunjuk rasa vs karyawan dan scurity, hal ini di picu adanya salah satu karyawan yang memberikan penjelasan tentang ketidak tahuan soal harga.


Menurut Irfan, setelah dilakukan mediasi dengan pihak perusahaan ternyata yang memberikan penjelasan sebelumnya itu bukan bidang masalah harga, "makanya dia tidak tahu soal harga itu, aksi kita ini aksi damai tak perlu ada keributan " ungkap irfan. 

(salman) 


×
Berita Terbaru Update