-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Sistem Multipartai Sederhana dan Ekstrem

Kamis, 23 Juni 2022 | Juni 23, 2022 WIB Last Updated 2022-06-22T22:39:40Z

Ratusan bendera partai politik terpasang di pinggir jalan di kawasan Karangrejo, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (8/2). Menjelang pemilu, partai politik melakukan sosialisasi, salah satunya pemasangan bendera partai secara masif di berbagai sudut kota.(KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN)

 

KOMPAS.com - Sistem kepartaian yang dianut sebuah negara dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis yaitu sistem partai tunggal, sistem dwi partai, dan sistem multipartai. Sistem multipartai tidak memiliki satu partai yang cukup kuat untuk membentuk pemerintahan sendiri sehingga membentuk koalisi dengan partai lain. Dilansir dari laman Kompas.com - 23/06/2022

 

Oleh karena itu, sistem multipartai mencerminkan adanya lebih dari dua partai yang dominan. Sistem multipartai pada umumnya berkembang di negara yang memiliki keanekaragaman dalam masyarakat. Di mana perbedaan ras, agama, dan suku bangsa sangatlah kuat. Sistem multipartai terbagi ke dalam dua kategori yaitu sistem multipartai sederhana dan sistem multipartai ekstrem.

 

Sistem Multipartai Sederhana Sistem multipartai sederhana adalah sistem kepartaian lebih dari dua partai tetapi tidak terlalu banyak partai yang hidup dan mengikuti pemilu. Pada sistem multipartai sederhana, partai yang akan mengikuti pemilu diharapkan hanya lima partai saja karena dengan lima partai, penghargaan terhadap kebebasan berpendapat dapat berjalan baik.

 

Sistem multipartai sederhana mengasumsikan bahwa partai-partai yang ada dapat mewakili partikulturalisme kepentingan, golongan, dan kelas dalam masyarakat. Dalam sistem multipartai sederhana, kompetisi berjalan lebih dinamis tetapi fokus hanya pada partai yang terbatas, sehingga tidak membingungkan masyarakat.

 

Jika partai pemenang pemilu tidak memenuhi syarat untuk memerintah, maka ia dapat melakukan koalisi terbatas dengan partai lain. Koalisi ini masih memberikan stabilitas agar pemerintahan berjalan secara efektif.

 

Sistem Multipartai Ekstrem Sistem multipartai ekstrem adalah sistem kepartaian dengan jumlah partai yang banyak. Pendirian partai politik tidak dibatasi. Syarat keikutsertaan partai politik dalam pemilu tidak diperketat. Salah satu konsekuensi dalam penerapan sistem multipartai ekstrem adalah tingkat pelembagaan sistem kepartaian rendah.

 

Akibatnya, gejala perpecahan internal partai sangat kuat. Karakteristik lain dari sistem multipartai ekstrem adalah terfragmentasinya kekuatan politik dalam parlemen. Fenomena persaingan antarparpol di dalam dan di luar parlemen akan menghiasi dinamika politik multipartai. Berikut kelemahan sistem multipartai ekstrem: Pemerintahan selalu dalam keadaan tidak stabil.

 

Program pemerintah kurang berjalan dengan efektif. Ideologi partai politik tidak lagi melandasi konstitusi negara atau falsafah hidup bangsa karena cenderung lamban dalam mengembangkan ekonomi makro maupun mikro. Mengurangi fungsi nasionalisme dalam suatu negara.

 

Belum pernah melahirkan negara yang super power. Sedangkan, kelebihan dari sistem multipartai ekstrem adalah: Setiap individu diberikan kesempatan menjadi pimpinan sebuah partai politik. Kontrol sosial lebih banyak dilakukan oleh partai-partai politik. Memberikan alternatif pilihan pada warga negara. Pilihan ada pada warga negara. 

(Editor : Monica Ayu Caesar Isabela; Penulis : Monica Ayu Caesar Isabela)  

 

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sistem Multipartai Sederhana dan Ekstrem", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2022/06/23/02000051/sistem-multipartai-sederhana-dan-ekstrem.

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:

Android: https://bit.ly/3g85pkA; iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

×
Berita Terbaru Update