-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Perbaiki Wisata Alam Dispar Malaka Selenggarakan Webinar

Senin, 20 Juni 2022 | Juni 20, 2022 WIB Last Updated 2022-06-20T08:21:28Z


Malaka (kabar-nusantara.com) - Drs. Aloysius Werang, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka   menyelengarakan webinar zoom meeting  pariwisata bersama  Universitas Marwah Dewa Pariwisata 2022. di hotel Nusa Dua Betun menjadikan Malaka pecinta alam, Kamis 16 Juni 2022. 


Webinar itu membicarakan kondisi alam wisata Malaka yang kian hari semakin sempit karena degrasdasi tanah akibat populasi kehidupan generasi setiap tahun.  Hal ini dikatakan Ir.  Pius klau Mutty  di Hotel Nusa Dua Betun, seusai zoom meeting kepada awak media ini. 


"ini sangat penting untuk Kabupaten Malaka karena Malaka tanah subur tapi menghadapi degrasdasi dimana lahan tanah ini akan habis. Karena tanah makin sempit pertanian  tidak bisa diperluas salah satunya karena ada disverifikasi.


Sumber  pendapatan  tidak hanya datang dari jagung  tetapi akan datang dari  pohon kelapa yang kita tanam,  pohon jati yang ditanam, makanan ternak dan ternak yang dipiara. Nah itu  yang sumner hidup. 


Karena lahan yang  tidak bisa produksi yang baik seperti dulu nenek moyang kita, punya lahan yang luas sekali  Lautan jagung, lautan kacang hijau itu semua sekarang tidak ada lagi, karena bertambahnya populasi. 


Misalnya akibat adat oa feto oa mane rase'i umakain. Lahan yang dulu  untuk produksi, sekarang jadi lahan untuk membangun rumah. sehingga para  pemikir  untuk lahan kecil itu  kita melakukan agrosilvopastural salah satu trending di  malaka .


Trending wisata selain Agrosilvopastural ini Pius mengatakan  "obyek wisata alam. eksoutik  namanya.  selalu berkaitan dengan binatang yang langka  dan hutan yang langka,"  lanjutnya. 


"Disini kita punya Niki uman yang hebat sekali  dengan habitat pohon manggruf,  lalu dibawahnya lafaek uman.  susunannya  Buaya di bawah,  Kelelawar Raksasa di tengah, Pohon Manggrufnya di atas," ucapnya.  


Ini  suatu ekologis yang bagus perlu ditata, dijaga dan lestarikan.   Orang di Jawa, Buaya bisa kasih uang pada manusia tetapi kita di Malaka Buaya makan manusia.  "ini yang perlu saya sampaikan untuk diperbaiki," tutupnya.  (Rofinus Bria)

Video youtube: Wisata alam

https://youtu.be/QLheRKQnPiY

×
Berita Terbaru Update