-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

H. Riyanta, SH, MH Hadiri Acara Sillaturrahim dan Sosialisasi Koperasi Merah Putih di Grobogan

Rabu, 08 Juni 2022 | Juni 08, 2022 WIB Last Updated 2022-06-08T20:25:08Z


Grobogan (kabar-nusantara.com)  - Anggota DPR RI H. Riyanta, SH, MH beberapa waktu lalu  menghadiri acara silaturohim dan sosilisasi bersama pendirian Koperasi Produsen Forum Merah Putih bertempat di RM Godhong Djati di Kedungombo kemarin, Minggu (5/6/2022)


Acara sillaturrahim yang digelar itu dihadiri anggota Paguyuban Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) se-Kabupaten Grobogan. Adapun lembaga LMDH yang diundang sebanyak 23 LMDH dari seluruh wilayah Kabupaten Grobogan sebagai mitra-kerjasama dengan Koperasi Produsen Forum Merah Putih.

 

Kegiatan silaturohim yang  penuh rasa kekeluargaan tersebut diisi dialog interaktif yakni tanya jawab seputar persoalan warga, bahkan dialog itu sangat diapresiasi dan mendapat dukungan penuh dari anggota DPR Riyanta, SH, MH.


"Saya siap hadir bila ada kelompok-kelompok masyarakat yang  mengundang, seperti pada acara sekarang ini, karena dialog seperti ini sangat kita butuhkan," kata Riyanta.


Termasuk bagaimana caranya  mengembangkan koperasi, terutama koperasi jasa pelayanan. Karena jasa itu bermacam-macam jenisnya, dia  menjelaskan kebijakan pemerintah tentang reformasi agraria, perhutanan social, pelayanan pensertifikatan tanah, balik nama sertifikat, dan lainnya. 

 

Selain itu hadir pada kesempatan ini Ketua Koperasi Produsen Forum Merah Putih Grobogan, Adi Prayitno, SH, M.Kn yang diwakili sekretaris koperasi A. Budiarto. Dalam sambutanya ia menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas terselenggaranya sosialisasi ini. 


Budiarto menyampaikan bahwa ia sekarang mengenalkan dan mensosialisasikan visi dan misi serta penjelasan beberapa unit usaha Koperasi Produsen Forum Merah Putih yang baru saja dirintisnya.


"visinya yaitu mewujudkan koperasi forum merah putih sebagai koperasi produksi yang inovativ dan mampu mewadahi serta mengembangkan aneka macam kegiatan usaha/berbagai unit kegiatan usaha mandiri, yang dapat dipercaya oleh masyarakat dan pemerintah, guna membangun sistem ekonomi kerakyatan yang tangguh," jelasnya.


Selanjutnya untuk misinya adalah mengembangkan unit-unit usaha kecil, menengah dan pengembangan aset, agar lebih produktif, kreatif serta memanfaatkan sumber daya alam lokal; melakukan kemitraan dengan dunia usaha atau para pihak pelaku bisnis lainnya.


Budiarto melanjutkan, menjalin komunikasi harmonis, bekerjasama yang baik dan mengedepankan koordinasi dengan anggota serta para pihak lainnya, serta membangun kerjasama dan memfasilitasi dalam hal pengelolaan, pemasaran hasil bumi maupun produk lokal lainnya yang dihimpun oleh kelompok tersebut.


"Berupaya mensejahterakan seluruh anggota dan pengurus Koperasi Forum Merah Putih serta masyarakat," ucapnya.


Sedangkan unit-unit usaha pengelolaan dan pemasaran hasil bumi meliputi, hasil pertanian, kehutanan, perkebunan, peternakan, perikanan darat, pertambangan, produk pupuk organik dan saprodi, produksi kerajinan, makanan-minuman olahan dan hasil sumber daya lokal lainnya. 


"Untuk aneka usaha jasa meliputi,  berbagai macam jasa pelayanan, penyediaan, jasa transportasi dan jasa pendampingan program pemberdayaan masyarakat," tambah Budiarto.


Sementara itu Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Winarsih menyampaikan salam dan mohon maaf, karena ketua Adi Prayitno, SH, M. Kn tidak bisa hadir dikarenakan sedang mengikuti diklat Bela Negara Kementerian Pertahanan di Jakarta.


"Pihaknya mengharapkan agar Perum Perhutani KPH Gundih untuk selalu mengedepankan kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil," harapnya. 

 



Selanjutnya pihak Perhutani KPH Gundih yakni Wakil Administratur /KSKPH Monggot, Atang Purnama, S. Hut menyampaikan tentang hutan lestari dan upaya mensejahterakan masyarakat yang tinggal di pinggiran hutan agar dapat bekerjasama yang baik dengan institusinya. 


Dalam sesi dialog Ketua Paguyuban LMDH Se-Kabupaten Grobogan Wana Manunggal, Jiyo, justeru menanyakan regulasi perhutanan social yang peraturanya berubah-ubah termasuk kebijakan yang membingungkan dalam pengelolan lahan hutan.


"Bagaimana keberadaan peran LMDH sekarang ini, kami berharap pemerintah bisa konsisten dalam membuat regulasi maupun kebijakan dalam pengelolaan lahan hutan, sehingga keberadaan LMDH lebih jelas dan tidak membingungkan," ujarnya.  (akhmads)


×
Berita Terbaru Update