-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Gema Perhutanan Sosial Pastikan Bersatu Dibelakang Presiden Jokowi

Kamis, 09 Juni 2022 | Juni 09, 2022 WIB Last Updated 2022-06-08T18:23:16Z


Jawa Tengah (kabar-nusantara.com) - Gerakan Masyarakat (Gema) Perhutanan Sosial Indonesia memastikan para petani akan berdiri dan bersatu 'Ndherek Nenggo Dawuh' dibelakang Presiden Joko Widodo, karena dibawah kepemimpinan Jokowi, Pemerintah banyak mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.


Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP Gema Perhutanan Sosial Indonesia,i Siti Fikriyah Khuriyati dalam acara syukuran hasil bumi perhutanan sosial bersama Presiden Jokowi di Jawa Tengah, Rabu (8/6/2022).


"Kami berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan perhutanan sosial yang telah diinisiasi oleh Pak Jokowi. Kami berharap warisan Presiden Jokowi akan terus dilanjutkan. Oleh karena itu, kami petani kehutanan sosial 'ndherek…nenggo dawuh' berdiri dan bersatu di belakang Presiden Jokowi," kata Siti.


Siti memaparkan alasannya akan terus berkomitmen mengawal Presiden Jokowi, mengingat saat ini para petani merasa bahagia lantaran bisa menggarap lahan dan memanen dengan rasa tenang dan nyaman. 



"Ribuan petani yang wajahnya terlihat bahagia, sumringah, gembira dan ceria. Karena petani sekarang sudah bisa tidur nyenyak. Petani sekarang bisa menggarap lahan dan bertani tenang bahkan sudah bisa panen, alhamdulillah hasil-hasil panen dibawa juga ke sini," ujar Siti.


Lebih jauh Siti mengungkapkan bahwa, Jokowi menjadi Presiden yang pertama kalinya mengeluarkan kebijakan terkait perhutanan sosial yang membuktikan bahwa negara tidak sekedar hadir, tapi juga mempercayakan hutan negara di tangan rakyat. 


"Kita tidak bisa menyelamatkan hutan tanpa menyelamatkan petaninya. Bapak pasti paham betul, bagaimana kemiskinan rakyat yang tinggal di sekitar hutan. Kami merasa pak Jokowi adalah Presiden yang begitu dekat dengan rakyat, menyatu dalam kebijakan untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat di sekitar hutan melalui program perhutanan sosial," ucap Siti.


Dampak kebijakan konkret Jokowi soal perhutanan sosial menurut Siti, hal itu sangat berdampak positif  kepada sekitar 3, 2 juta Kepala Keluarga (KK). 


Lebih jauh Gema Perhutanan Sosial Indonesia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Jokowi terkait kebijakan penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan, terutama untuk permukiman rakyat. 


"Adanya UUCK, dimungkinkan penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan di 4 Propinsi di Jawa, Bali, dan Lampung. Prosesnya menjadi lebih cepat dan lebih murah melalui Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan," tutur Siti.


Tak hanya itu, Siti menyatakan, pihaknya telah mengidentifikasi setidaknya 1.023 titik lokasi permukiman dalam kawasan sekitar 2 persen dari kawasan hutan negara. Menurutnya, luasnya mungkin memang tidak signifikan namun, jumlah yang merasakan sentuhan perhatian dan tinggal di situ diperkirakan sekitar 7 juta jiwa. 


Ia menambahkan bahwa pada tahun 2021 lalu, terdapat tiga lokasi reforma agraria dan telah diserahkan sertifikatnya oleh Presiden Jokowi di Malang, Nganjuk dan Batu. 


"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi telah memenuhi harapan itu. Kami menyadari perjuangan rakyat yang tinggal di sekitar hutan, tidak akan  berhasil jika tidak ada dukungan dan kebijakan yang tegas berpihak kepada rakyat," paparnya.


Disisi lain, Gema Perhutanan Sosial  mengusulkan perlunya percepatan reforma agraria dan perhutanan sosial, yang benar-benar dapat segera mengeksekusi perintah Presiden. 


"Kami petani hutan sosial, baru kali ini merasakan langsung adanya kehadiran negara dan sungguh merasa menjadi warga negara yang diperhatikan langsung oleh Presidennya. Matur nuwun, Pak Jokowi," tutup Siti.  (Saor sinaga) 


×
Berita Terbaru Update