-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Baru 6 bulan Dibangun Jembatan Sanjango Amruk, Didugaan Salah Teknis

Sabtu, 04 Juni 2022 | Juni 04, 2022 WIB Last Updated 2022-06-04T02:51:55Z


Mateng (kabar-nusantara.com) - Salah satu ujung jembatan penghubung Desa Sanjango dengan Desa Karossa Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah Sulbar yang baru 6 bulan digunakan warga sudah amruk. Demikian pernyataan Babinsa setempat kepada awak media, Rabu (1/6/22)


Babinsa Desa Sanjango,Tajuddin kepada wartawan menyampaikan, melihat lokasi runtuhnya jembatan tersebut diduga akibat landasan penyangga jembatan terkikis air. Kemungkinan pondasi penyangga jembatan kedalaman galiannya tidak sampai ke dasar sungai,  setelah terkikis air, pondasi tersebut  tergantung diujung bagian bawahnya.



"Kalau dilihat sebelah yang tidak runtuh itu posisi pondasi diatas air, jadi begitu tanah atau lumpur di dasar sungai hanyut oleh derasnya arus sungai, karena pondasinya itu memang tergantung jadi mudah runtuh," ujarnya.


Tajudin menyatakan kalau sudah ambruk begini entah siapa yang salah dan siapa yang harus bertanggung jawab, apakah bagian perencana yang kurang profesional atau pelaksana pekerjaan yang hanya mau untung banyak tanpa memikirkan kwalitas pekerjaan. 


Sementara itu Fadli selaku Pendamping Desa saat dihubungi awak media lewat whatsAppnya, mengatakan bahwa runtuhnya jembatan Sanjango itu karena pondasi penyangga terkikis oleh derasnya arus air saat banjir, karena pada 23 April 2022 ada  hujan sangat deras. 


"Saat itu Kepala Dusun Sanjango melaporkan bahwa ada hujan sangat deras terus banjir, mengakibatkan pondasi penyangga jembatan miring, rencana besok harinya mau di topang, ternyata malamnya sudah amruk jembatannya. Jadi hal seperti ini masuk kategori musibah alam," kata Fadli. 


Seperti di ketahui, Jembatan tersebut baru dibangun pada tahun 2021, melalui anggaran Dana Desa sebesar Rp 155.128.900, baru 6 bulan dari masa peresmian yakni, pada 31 Desember 2021 lalu, sekarang sudah rusak tidak bisa lagi di pake.


Atas kejadian ambruknya jembatan tersebut,  Tim Investigasi Gabungan Media dan LSM Merdeka bersama masyarakat meminta kepada Dinas terkait, APH, BPK untuk segera turun ke Sanjango Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah Sulbar, untuk croscheck dan penyelidikan terkait amruknya jembatan yang baru berumur 6 bulan tersebut.


Jembatan ini di bangun mengguakan anggaran Dana Desa (ADD) dengan jumlah anggaran Rp 155.128.900, ukuran 4x5 meter di resmikan pada 31 Desember 2021.  (Tim Gabungan Media  LSM)


×
Berita Terbaru Update