-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

UGM Bakal Miliki Kawasan Kerohanian, Upaya Merawat Keberagaman

Minggu, 22 Mei 2022 | Mei 22, 2022 WIB Last Updated 2022-05-22T00:31:12Z

 

Universitas Gadjah Mada (UGM)(Shutterstock)

 

KOMPAS.com - Tak lama lagi, Universitas Gadjah Mada (UGM) bakal memiliki kawasan kerohanian. Ini karena proses pembangunannya telah dimulai yang ditandai dengan peletakan batu pertama, Sabtu (21/5/2022). Dilansir dari laman Kompas.com - 22/05/2022, 06:27 WIB

 

Adapun di kawasan kerohanian itu dibangun sejumlah bangunan untuk mewadahi kegiatan kerohanian oleh civitas UGM beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Tak hanya itu saja, yang paling penting ialah kawasan ini juga dibangun sebagai simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

 

Menurut Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono, kawasan in akan menjadi simbol bagi anak didik terkait toleransi dan kerukunan umat beragama. "Terlebih lagi jika bangunan yang berdiri nantinya juga diisi dengan aktivitas-aktivitas yang positif," ujarnya seperti dikutip dari laman UGM.

 

Komitmen merawat keberagaman Dikatakan, kawasan kerohanian berlokasi di lingkungan Kampus UGM, tepatnya di Kompleks Perumahan Sekip Blok N seluas 4.789 meter persegi. Proses perencanaan kawasan ini melibatkan dosen dari berbagai perwakilan kelompok agama sebagai Tim Perumus.

 

 Pembangunan fasilitas rohani untuk beberapa kelompok agama di lingkungan kampus UGM menjadi salah satu prioritas sebagai bentuk komitmen UGM dalam merawat keberagaman dan toleransi.

 

Selain itu, pembangunan kawasan kerohanian ini berkaitan dengan jati diri Universitas Gadjah Mada adalah sebagai universitas Pancasila. Universitas Gadjah Mada sebagai sebuah institusi pendidikan yang terbuka, mempunyai civitas dengan beragam latar belakang suku, agama, bahkan kebangsaan.

 

Tentu, kondisi ini tidak lantas membuat terbatasnya ruang gerak civitas dalam beraktivitas. Justru perbedaan in harus dapat diakomodasi dalam wadah-wadah kegiatan. Fasilitas kerohanian ini akan memfasilitasi lima agama dalam satu area, namun tidak lepas interkoneksinya dengan fasilitas agama Islam di Mardliyyah Islamic Center dan Masjid UGM.

 

Akan tetapi, bangunan yang akan didirikan di kawasan ini tidak dapat sepenuhnya mengakomodasi kegiatan peribadatan. Namun fasilitas ini dapat mewadahi kegiatan-kegiatan skala kecil yang biasanya merupakan kegiatan yang bersifat internal keagamaan.

 

Meski demikian tetap menekankan pada jalinan silaturahmi dan persaudaraan antar umat serta semangat kebersamaan dan toleransi. "Praktik baik yang dikerjakan di kawasan ini akan dikenang oleh anak didik kita ketika mereka lulus dan membentuk mindset mereka sebagai pemimpin yang berasal dari UGM," tandasnya.

 

Kebhinekaan harus dipelihara Sementara Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM, Pratikno menyambut baik pendidikan Kawasan Kerohanian. Karena menurut dia, kemajuan teknologi membuat dunia menjadi semakin sempit. Percampuran, interaksi, serta pergaulan lintas bangsa, lintas agama, dan lintas etnis semakin tinggi, sehingga masyarakat semakin plural dan majemuk.

 

Pratikno juga mengungkapkan bahwa banyak negara kewalahan menghadapi kemajemukan, namun Indonesia justru telah Bhineka Tunggal Ika sejak era kolonialisme. Kebhinekaan inilah yang menurutnya perlu dipelihara, sebagai salah satu bentuk pendidikan bagi generasi masa depan.

 

"Pendidikan bukan hanya pendidikan di dalam kelas, tapi pendidikan butuh keteladanan, dan kawasan ini adalah sebuah keteladanan bagi Bhineka Tunggal Ika. Kalau kita sama-sama bekerja untuk ini, kita bukan hanya menyelamatkan Indonesia, kita menyelamatkan umat manusia," tegas Pratikno.

 

Adapun pelaksanaan konstruksi diperkirakan akan berlangsung sekitar 6-8 bulan yang akan dimulai setelah dilakukan proses pengadaan barang dan jasa.  (Penulis : Albertus Adit; Editor : Albertus Adit)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UGM Bakal Miliki Kawasan Kerohanian, Upaya Merawat Keberagaman", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/edu/read/2022/05/22/062700671/ugm-bakal-miliki-kawasan-kerohanian-upaya-merawat-keberagaman.

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:

Android: https://bit.ly/3g85pkA; iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

×
Berita Terbaru Update