-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

BUMDES Naas Bisu Saat UMKM Kerajinan Tangan Butuhkan Modal Usaha

Kamis, 05 Mei 2022 | Mei 05, 2022 WIB Last Updated 2022-05-04T17:22:27Z


Malaka (kabar-nusantara.com) -  Yosep mengeluh kurang modal, dan selama ini belum mendapat bantuan dari Pemerintah.  kini ia sehari-harinya memanfaatkan limbah ban bekas motor atau mobil dan barang- barang bekas lain misalnya Sofa bekas dan Spring bed, Sabtu 30 april 2022


Yosep memiliki usaha kerajinan tangan yakni membuat meubel dari ban bekas di Desa Naas, Kecamatan Malaka barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), ia mengeluh kekurangan modal usaha.  Hal ini disampaikan saat sedang mengerjakan dua bokor dari ban mobil  milik yanto di Dusun Kleik,  Desa Motaulun, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. 


 "Saya belum mendapat perhatian dari Pemerintah Desa, padahal saya punya usaha kerajianan tangan. Semua saya kerjakan sendiri karena kekurangan modal.  Namun usaha ini tetap berjalan dengan alat kerja seadanya untuk  melayani pesanan dari para pelanggan," ungkapnya. 



Kekurangan modal ini terjadi karena pendapatan kecil, sedangkan kebutuhan rumah tangga terus meningkat, misalnya kebutuhan biaya anak sekolah dan juga tuntutan adat budaya hidup di masyarakat.  Dia belum pernah  dibantu pihak Desa sedangkan ia sendiri takut pinjam di Bank.  Sebenarnya langganan sudah banyak, bahkan hingga ada pelanggan dari Kabupaten  Belu. 


"Pelanggan saya terdiri orang-orang Cina dan ada juga para pegawai, mereka semua kenal saya karena saya yang mempromosikan di Kabupaten Belu.  Saya sudah memulai pekerjaan ini sejak tahun 2000 lalu," ungkap Yoseph. 


Dia mengaku sampai sekarang  belum bisa membuat izin usaha karena kekurangan modal, untuk mempertahankan usaha ini bisa berjalan terus saja, itu sudah membutuhkan perjuangan yang sangat berat. Untuk itu dia berharap usaha kerajinan yang ditekuni tersebut segera  mendapat bantuan dari Pemerintah, untuk mengembangkan usaha kerajiannan tangan ini. 


Dia menjelaskan untuk harga bokor yang terbuat dari ban truck Rp. 100. 000 kalau dari ban Hi lux radial Rp. 70. 000.  Terkadang ditawar orng yang kurang mampu, ya bisa turun harga menjadi Rp. 50. 000,  kalau ada yang membeli kerajinan vas bunga Rp. 15000, ada yang Rp.25. 000, tapi ada Rp. 10. 000 dan ada juga Rp. 5000,-


"Saya mulai bekin usaha ini dari tahun 2000 dengan modal sangat minim. Adapun soal bangunan tempat kerja itu sudah ada sebelumnya, kita sudah buat.  tanah di muka strat sudah ada tinggal modal kerja. Selama ini kami kerja  dirumah dengan sistem pesanan, setelah itu baru saya kerjakan,"  katanya. 


Sebenarnya di Desa Naas ini ada BUMDES tapi kenyataanya dia belum pernah mendapat bantuan, padahal dia  mengaku sudah membuat usulan tentang usaha kerajinan tangan ini.


"Bupati yang lama pernah memberi bantuan untuk adik tapi saat kita kesana hanya cukup untuknya saja, sehingga mereka tidak kasih kita uang, kami mengharap kepada Bupati yang sekarang ini, semoga nanti kami bisa  ketemu dan bisa mengusulkan bantuan modal usaha," katanya.


Dia mengeluhkan BUMDES di Desa Naas tidak pernah membantu usahanya padahal dia kasih masuk kerajinan tangan tersebut,  Yosep hanya minta bantuan modal untuk beli bahan baku saja. Tapi orang dong tidak kasih sampai sekarang," keluhnya dengan kesal. (Rofinus Bria)


×
Berita Terbaru Update