-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Rencana Menlu Retno Temui Negara Eropa Cari Solusi Rusia-Ukraina Dinilai Tepat

Jumat, 08 April 2022 | April 08, 2022 WIB Last Updated 2022-04-08T02:20:22Z
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/2/2022). Rapat kerja tersebut diantaranya membahas usulan reaktivasi pembukaan hubungan diplomatik dengan Republik Sudan Selatan serta rencana kerja dan program prioritas pada Presidensi Indonesia di G-20. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

 

Jakarta (kabar-nusantara.com)  - Pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana mengatakan, langkah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk menemui negara-negara anggota G20 di Eropa patut dipuji. Akan tetapi, jika akhirnya jalan keluar untuk menghentikan perang Ukraina tak kunjung tercapai, dan kemudian berdampak terhadap penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bli mendatang maka paling tidak Indonesia sudah berupaya  mencari solusi. Dilansir dari laman Kompas.com - 08/04/2022.

 

"Kalau ujungnya nanti G20 gagal diselenggarakan bahkan bubar karena pertikaian Amerika Serikat dan sekutunya vs Rusia, Indonesia sebagai presidensi sudah melakukan upaya dan ikhtiar," kata Hikmahanto saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/4/2022).

 

Hikmahanto mengatakan, rencana Retno untuk melakukan diplomasi secara aktif dengan mendekati negara-negara anggota G20 di Eropa demi mencari jalan keluar konflik Rusia-Ukraina sudah tepat.

 

"Saya apresiasi apa yang akan dilakukan Menlu. Ini jauh lebih baik ketimbang berharap waktu akan menyelesaikan pertikaian dua kelompok," ujar Hikmahanto yang juga merupakan Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani.

 

Retno mengeklaim, pemerintah Indonesia sudah bergerak dalam upaya menyelesaikan konflik tersebut sejak hari pertama invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.

 

"Kemungkinan besar saya juga akan berjalan ke Eropa untuk bicara satu per satu dengan anggota G20 bagaimana mencari cara yang paling baik untuk mengatasi situasi yang sangat sulit ini," kata Retno di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (6/4/2022).

 

Retno mengatakan, sebagai presidensi G20, Indonesia ingin berkontribusi dalam memberi masukan mengenai penyelesaian masalah Ukraina. "Karena kalau semakin panjang enggak selesai, dampaknya akan ke G20 dan ke kita semua," ujar Retno.

 

Sampai saat ini belum ada tanda-tanda Rusia dan Ukraina melakukan gencatan senjata dalam peperangan yang meletus sejak 24 Februari 2022 lalu. Rusia beralasan serangan itu dilakukan untuk membantu dua negara yang baru merdeka, yakni Republik rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk dari gempuran Ukraina.

 

Selain itu, dengan serangan itu Rusia menuntut supaya Ukraina membatalkan rencana untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Rusia juga meminta NATO untuk tidak terus melakukan ekspansi ke arah Timur dengan menerima negara-negara bekas anggota Federasi Uni Soviet. Amerika Serikat dan sekutunya lantas menjatuhkan serangkaian sanksi kepada Rusia. Rusia kemudian membalasnya dengan beragam sanks

 

Selain itu, pertikaian antara Rusia dan Ukraina juga terjadi di tataran diplomasi. Salah satunya adalah di forum G20. Amerika Serikat dan sekutunya mendesak Indonesia untuk tidak mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT G20 yang akan digelar di Bali. Sedangkan sampai saat ini Indonesia memilih bersikap netral dan tetap mengundang seluruh negara anggota G20.

(Penulis : Aryo Putranto Saptohutomo; Editor : Aryo Putranto Saptohutomo)

 

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rencana Menlu Retno Temui Negara Eropa Cari Solusi Rusia-Ukraina Dinilai Tepat", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2022/04/08/07170021/rencana-menlu-retno-temui-negara-eropa-cari-solusi-rusia-ukraina-dinilai.

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:

Android: https://bit.ly/3g85pkA; iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

×
Berita Terbaru Update