-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Karyawan PT. SSP Keluhkan Lambatnya Gajian

Sabtu, 30 April 2022 | April 30, 2022 WIB Last Updated 2022-04-30T06:49:14Z


Nunukan (kabar-nusantara.com) -  Para karyawan baru yang berstatus KHL dan KHT di PT. Sebaung Sawit Plantation (SSP) Estate Plaju, Sembakung Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara,  mengeluh dan mempertanyakan komitmen perusahaan terkait penggajian dan kelayakan fasilitas perusahaan yang mereka tempati.


Emboy salah satu karyawan KHL (karyawan harian lepas) berharap ada itikad baik dari pimpinan PT. SSP untuk memperhatikan kesejahteraan karyawan, "karena karyawan itu adalah  aset berharga yang dimiliki perusahaan," kata Emboy, Sabtu (30/4/22)



Tentang Gaji karyawan misalnya, diberikan dalam dua atau tiga bulan baru gajian, itupun ada yang diberikan secara bertahap, THR juga belum dibayar. 


"Jadi coba bayangkan, bagaimana orang bisa hidup dan bertahan dengan sistem upah lambat seperti itu, akhirnya para karyawan utang sembako di kios-kios pun menumpuk. Sangking lamanya gajian karena tidak ada lagi uang untuk membeli keperluan, dan karena tak mampu beli gas terpaksa istri saya harus mencari kayu bakar di hutan," jelas Emboy menambahkan.



Sebagai perusahaan kelapa sawit yang memiliki kontribusi  penyuplai minyak goreng terbesar di Indonesia harusnya memperhatikan kesejahteraan karyawannya.


"Dulu upah harian Rp 50.000, gajian lancar, tapi sekarang Rp 123.000, tapi gajian dua bulan bahkan hampir tiga bulan baru diberikan, jadi semoga hal ini menjadi perhatian serius oleh pimpinan perusahaan," beber Emboy.


Lebih lanjut dia menambahkan terkait fasilitas Mes yang sekarang ditempati karyawan, sebenarnya sudah tidak layak. Lantai dapur Mes itu ada yang sudah rata di tanah, ada yang sudah miring-miring, dan berlubang, kita pun harus waspada takut ada ular, lipan atau kalajengking masuk dirumah," tutup Emboy. (Roni Duman)


×
Berita Terbaru Update