-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Inspektur wiliyah II Pemkab Malaka Tindak Lanjuti Kasus Desa Nai Bone

Minggu, 03 April 2022 | April 03, 2022 WIB Last Updated 2022-04-03T13:27:41Z


Malaka (kabar-nusantara.com) - Kepala inspektorat Kabupaten Malaka, Remigius Asa, SH. melalui Ketua Tim Auditor wilayah II, Alfred  Welem di ruang tamu kantor Inspektorat Kabupaten Malaka, menyampaikan pemeriksaan kepada para pengguna anggaran di tahun 2019-2021 saja. Diantaranya Serfinus Nahak Mauk.


Tim auditor menjelaskan, memang ada kesalahan keuangan tetapi belum bisa di sampaikan karena masih dalam proses penyelidikan saat ini. "Kami harap masyarakat bisa bersabar terkait tindak lanjut dari laporan ARAKSI  di Polres  Malaka tahun 2021 yang lalu.


Selanjutnya atas keluhan rakyat Desa Nai Bone Kecamatan Sasita Mean Kabupaten Malaka, kasus yang terjadi pada pertengahan tahun 2021 itu, belum ada penyelesaian hak-hak rakyat yang tuntas. Sehingga permintaan dari bulan Juni atau Juli dari Polres juga telah mendapat disposisi Bupati Malaka, terus disertai juga surat tugas dari Inspektur Kabupaten Malaka. 


"Kesalahan penggunaan anggaran Dana Desa di Nai Bone yang dilaporkan masyarakat melalui ARAKSI pada tahun  2021 lalu di Polres Malaka itu, akan diserahkan kepada pihak Polres  secepatnya 2 minggu kedepan, ya kira-kira pertengahan bulan April 2022  ini,"  kata Alfred. 


Pemeriksaan itu dilakukan kepada mereka, pengguna anggaran di tahun 2019-2021 saja, maka sejak itu Serfinus Nahak Mauk, termasuk salah satu oknum yang diduga sebagai pelaku dalam pemeriksaan ini.


"Hasil pemeriksaan pada periode 2019/2021 atas nama Serfinus Nahak Mauk,  secara umum memang ada kesalahan keuangan, namun belum bisa disebutkan, tapi intinya mereka yang pengguna anggaran saja ini kita periksa sesuai prosedularal saja," jelasnya.


"Prosedural saja bahwa di tindak lanjuti laporan itu dari Polres dan kita melakukan audit dan investigasi. Itu kita sudah melakukan Audit sesuai dengan standar audit kita dan sudah dalam proses  finalisasi laporan kita," tutur Alfred.


Pemeriksaan kasus ini ditangani oleh tim beranggota 5 orang, diantaranya  Alfred Welem sebagai Ketua Tim investigasi tersebut, sudah sesuai prosedur dan proporsional.


"Kami ada 5 orang,  telah melakukan investigasi di Nai Bone. namun karena padat pekerjaan dengan situasi musim hujan,  maka ada sedikit keterlambatan proses itu  karena bertepatan dengan musim tanam.  Jadi waktu kita kesana masyarakat pergi ke kebun sehingga sulit ditemui, itu terjadi padavDesember 2021," jelasnya.


Kesimpulanya, ada kesalahan penyimpangan keuangan sehingga apa yang menjadi hak-hak masyarakat tidak bisa terselesaikan. Itupun sudah melalui pengujian dilapangan dan sudah selesai klarifikasinya, semua sudah selesai tinggal penyusunan laporan.


"Laporan paling lambat 2 minggu kedepan sudah harus diserahkan ke Polres Malaka," lanjut Alfred. 

(Rofinus Bria)

×
Berita Terbaru Update