-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Wujudkan Keberagaman Dalam Tradisi Ritual Adat "Nawo Dopeng"

Senin, 14 Maret 2022 | Maret 14, 2022 WIB Last Updated 2022-03-14T08:57:21Z


Lembata (kabar-nusantara.com) -  Pemerintah Desa Kolipadan menyelenggarakan upacara ritual adat bersama para unsur baik tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, karang taruna dan seluruh masyarakat dalam ritual adat Nawi Dopeng, pujaan terhadap Tuhan dan leluhur, Minggu (13/3/22) 


Nawo Dopeng adalah ritual akhir panen atau bisa dikatakan doa kepada Tuhan dan leluhur atas segala nikmat di musim Tanam /musim hujan. Ritual ini  sebelumnya dilakukan ritual "Lou Bao' iyang merupakan ritual untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Leluhur agar memberikan hidayah di musim tanam dan di jauhkan dari segala hambatan seperti kurangnya curah hujan, dan hama yang  mengganggu tanaman," tutur Ketua Lembaga adat Desa Kolipadan Kirsan Ola kepada media.



Kepala Desa Kolipadan, Rumlan Dadu dalam sambutan menyampaikan ritual adat dalam nuansa doa syukuran bersama yang kita lakukan hari ini sebagai  ucapan syukur dan permohonan agar segala penyakit dan marabahaya bisa menjauh dari daerah kita termasuk covid -19. atau dalam bahasa adat disebut nun mayangen ini rai seba lewuna tanah muringen, lewo buraken tanah ikeren. 


Rumlan mengingatkan setalah semua proses ini selesai baru masyarakat diarahkan untuk melakukan panen (dulin palin) nubun baran (hasil tanaman) untuk disimpan di oring kebang (Lumbung milik masyarakat). 


Sementara Kades yang dikenal murah senyum ini mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan penangkapan ikan di seputaran area terlarang, yakni dari area "wato belen  sampai Neren" dengan menggunakan pukat harimau, bom dan alat tangkap yang dapat merusak ekosistem dilaut, karena daerah itu sudah dilakukan ritual "Puro Muro" atau telah ditetapkan Pemerintah sebagai daerah steril (daerah konservasi). 


Sebelum mengakhiri sambutan Rumlan menginformasikan bahwa teman-teman dari LSM Barakat akan hadir bersama kita untuk mensosialisasikan tentang konservasi. Karena kedepannya daerah konservasi akan diperpanjang sampai ke area pantai wakat wutun karena area tersebut menjadi area perairan untuk spasies ikan- ikan yang berkembang biak," tutup Rumlan.


Dalam pantaun awak media, ritual adat yang dilakukan penuh hikdmat dan  berjalan baik, kemudian  ditutup dengan makan bersama.  ( JR )


×
Berita Terbaru Update