-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Buruh Demo Tuntut Penurunan Harga Minyak Goreng, Orator: Ibu-ibu Menjerit, Anak-anak Menangis

Rabu, 23 Maret 2022 | Maret 23, 2022 WIB Last Updated 2022-03-23T01:09:56Z
Massa buruh bersama petani menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (23/3/2022). Mereka menuntut diturunkannya harga bahan pokok dan minyak goreng.(kompas.com/REZA AGUSTIAN )


Jakarta (kabar-nusantara.com) -  Sejumlah buruh bersama petani melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jalan M.I Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (22/3/2022). Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengatakan, massa aksi berasal dari berbagai organisasi seperti serikat buruh, serikat petani, dan elemen masyarakat lainnya. Dilansir dari laman kompas.com, Rabu (23/3/22)

 

Dalam aksi tersebut, peserta unjuk rasa menuntut pemerintah melalui Kementerian Perdagangan untuk menurunkan harga sejumlah bahan pokok, terutama minyak goreng. "Tuntutan yang kami sampaikan dalam aksi ini adalah turunkan harga minyak goreng, turunkan harga bahan pokok, dan ganti Menteri Perdagangan," ujar Said Iqbal, Selasa.

 

Minyak goreng agar terjangkau Said Iqbal meminta pemerintah menurunkan harga minyak goreng agar terjangkau oleh seluruh masyarakat. Masyarakat sempat kesulitan mendapatkan stok minyak goreng kemasan yang saat itu harganya ditetapkan maksimal Rp 14.000 per liter sesuai harga eceran tertinggi (HET).

 

Kini, setelah kebijakan HET dicabut, harga minyak goreng jutsru melejit hingga mencapai Rp 24.000 per liter. "Tuntutan kami adalah turunkan harga minyak goreng. Kedua, berikan ketersediaan minyak goreng," katanya.

 

Partai Buruh juga meminta Presiden Joko Widodo mencopot Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang dinilai telah gagal dalam mengendalikan harga minyak goreng dan bahan pokok lainnya. "Harga minyak goreng di Indonesia lebih mahal dibanding di Amerika Serikat, oleh karena itu ganti Menteri Perdagangan. Ibu-ibu menjerit dan anak-anak menangis," ungkapnya.

 

Said Iqbal mengungkapkan, pemerintah harus menyediakan minyak goreng kemasan dengan harga yang terjangkau.  Harus ada intervensi pemerintah Kementerian Perdagangan menerima perwakilan peserta aksi unjuk rasa untuk melakukan audiensi. Dalam audiensi tersebut, sebanyak sembilan orang

 

perwakilan Partai Buruh bertemu dengan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan. Said mengatakan, audiensi tersebut tidak menemui titik tengah. Pihak Kemendag hanya menjelaskan mengenai alasan mahalnya harga minyak goreng kemasan.

 

"Katanya karena harga crude palm oil (CPO) tingkat dunia mahal, kemudian mereka melepas minyak goreng mengikuti harga pasar yang berbahan dasar CPO," ucap Said Iqbal.

 

Pedemo menolak dengan tegas sikap pemerintah yang menentukan harga minyak dengan mengikuti mekanisme pasar. "Pemerintah atau negara harus mengintervensi, dengan cara subsidi minyak goreng kemasan dapat diturunkan Rp 11.000 sampai Rp 14.000 per liter. Itu yang dimaui rakyat Indonesia," imbuh dia.

 

Said mendorong pemerintah untuk dapat segera menurunkan minyak goreng menjadi Rp 11.000 sampai Rp 14.000. Kelompok buruh akan menggelar demonstrasi yang lebih besar jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan tersebut. "Kalau Sabtu atau Minggu ini tidak didengarkan, kita demo besar-besaran seluruh Indonesia," tutur dia.

 

HET minyak goreng kemasan dicabut Diketahui, Kementerian Perdagangan mencabut harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan yang baru ditetapkan pada 1 Februari 2022. Hal ini menyusul keputusan pemerintah mensubsidi harga minyak goreng curah menggunakan dana yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

 

Dikutip dari kompas.id, HET minyak goreng curah berubah dari Rp 11.500 per liter menjadi Rp 14.000 per liter setelah disubsidi.

 

Pemerintah juga melepas harga minyak goreng kemasan sederhana dan premium ke mekanisme pasar. Keputusan ini diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sesuai menggelar rapat internal bersama Presiden Jokowi di Istana Negara.

 

Sementara, Menteri Perdagangan juga menerbitkan Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2022 tentang Relaksasi Penerapan Harga Minyak Goreng Kemasan Sederhana dan Kemasan Premium. Melalui surat edaran itu juga, Kemendag menginstruksikan pengelola pasar untuk memasang spanduk HET minyak goreng curah yang baru, yakni Rp 14.000 per liter atau Rp 15.000 per kilogram mulai Rabu (16/3/2022) pukul 00.00 WIB.

Penulis : Reza Agustian; Editor : Ivany Atina Arbi

 

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Buruh Demo Tuntut Penurunan Harga Minyak Goreng, Orator: Ibu-ibu Menjerit, Anak-anak Menangis ", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2022/03/23/06402271/buruh-demo-tuntut-penurunan-harga-minyak-goreng-orator-ibu-ibu-menjerit.

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:

Android: https://bit.ly/3g85pkA;  iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

×
Berita Terbaru Update