-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Warga Tiga Desa di Sembakung Gotong- Royong Perbaiki Jalan Rusak

Senin, 21 Februari 2022 | Februari 21, 2022 WIB Last Updated 2022-02-21T12:32:32Z


Nunukan (kabar-nusantara.com) - Jalan poros yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengalami rusak parah. Masyarakat di tiga Desa itu pun bergotong-royong memperbaiki jalan yang menghubungkan Desa Butas Bagu, Labuk dan Pagar yang masuk dalam wilayah Pemerintahan Sembakung induk.


Menurut Wendi Kasimbay, "pada musim hujan kondisi jalan yang menghubungkan ketiga desa ini rusak parah dan susah di lewati, banyak kubangan dan banyak orang terjatuh disini ketika mengendarai motor," kata Wendi yang mantan Kades itu, Senin (21/2/2022).



Masyarakat ketiga desa ini selalu mengalami kesulitan ketika musim penghujan, sampai ada yang malas beraktivitas keluar rumah karena berpikir kondisi jalan itu, beberapa kali di usulkan lewat Musrenbang di tingkat Desa dan Kecamatan, tapi tidak ada juga perbaikanya. 


Karena tak kunjung datang perbaikan dari Dinas/Pemerintah, akgirnya warga  masyarakat tiga desa ini bergotong royong memperbaiki jalan ini, mereka mencari batu atau tanah keras untuk menimbun kubangan yang becek itu, "ada yang mencangkul dan menyekop membuang air yang menggenang dalam kubangan itu," urai Wendi.



Sementara itu Hendrawan, S.Pd saat dihubungi awak media kabar-nusantara.com, dalam keterangan  melalui telpon menyatakan, "persoalan infrastruktur jalan ketiga desa itu mungkin sudah dibahas secara serius oleh Komisi terkait," ungkap Hendrawan, anggota DPRD Nunukan dari Fraksi Nasdem.


"Karena kami dari komisi III membidangi kesejahteraan rakyat, kesehatan sarana dan prasarana umum," jelas Hendrawan.



"Seingat saya tahun 2019 atau 2020 dalam rangka Musrenbang Kecamatan, kami pernah membahas masalah ini, setelah itu kami bahas juga bersama komisi terkait dan memang ada anggaran sekitar 75 M untuk alokasi pembangunan infrastruktur dan jalan, tapi karena ada bencana Covid-19 maka dialihkan untuk penanganan pandemi Covid itu,  bahkan waktu itu tunjangan kamipun di potong," beber Hendrawan. 


"Sebagai penyambung aspirasi masyarakat, saya dan kawan kawan di komisi berjanji akan mempertanyakan kembali dan memastikan kelanjutan dari persoalan ini," tuturnya.



"Tentang adanya informasi yang beredar bahwa ada pemenang tender yang siap  mengerjakan pembangunan jalan itu, saya belum tahu persis kebenarannya,  termasuk sumber dananya, apakah dari APBN atau APBD nanti saya cross check," katanya. (Roni Duman, Nunukan)


×
Berita Terbaru Update