-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Untuk Jaga Kebersamaan Suku Umakaikmesak Gotong Royong Bangun Rumah Adat.

Selasa, 22 Februari 2022 | Februari 22, 2022 WIB Last Updated 2022-02-21T22:45:56Z


Malaka (kabar-nusantara.com) - Rumpun Suku Umakaikmesak di Maktihan Desa Na'as Kecamatan Malaka Barat, Kab. Malaka, NTT saat ini  tengah bergotong royong membangun sebuah Rumah Adat, tempat berkumpul disaat panen dan rituwal sakral kekuatan leluhur, yang disebut  Uma Kakaluk. 


Daniel seorang  Kepala suku yang disebut Ambei Fukun menjadi pemangku adat suku itu menyatakan, "saya  selama menjadi Fukun baru satu rumah ini yang harus dikerjakan bersama  semua saudara disuku ini.  Karena jika tidak sering berkumpul keadaan keluarga akan mulai renggang dan mulai luntur persaudaraan, keadaan  dikawatirkan semakin lama akan saling rebutan kekuasaan.


Sebenarnya semua masalah itu sudah diatur  sejak  dahulu kala, secara turun temurun tetapi mengapa sekarang berebutan, adik merampas posisi kakak demikian kakak sebaliknya ada yang merampas posisi adik," kata Daniel di  lokasi pembangunan Rumah adat itu. 


Dia melanjutkan, "ada sebuah rumah adat suku ini yang sampai saat ini belum bisa  dibangun karena saling rebutan Tahta di rumpun kekeluargaan Suku umakaikmesak  ini.  Yaitu  UMA Lakateu (rumah suku merpati). Rumah adatnya  terkenal dan miliki sejarah yang panjang secara turun-temurun.  


Sekarang malah Rumah  adat  lainnya yang lama sudah rusak berat dan ada yang tinggal tiang-tiangnya saja yang tertanam di halaman pemukiman. Tentu untuk membangun rumah tersebut sudah tidak bisa lagi dibangun.  Kemudian sudah tidak jelas keluarga mana yang harus berada di rumah itu. 


Saya menjadi Ketua suku menggantikan almarhum Paman saya, tapi  tidak banyak tahu tentang Suku Merpati ini karena  saya  masih baru dan paling muda.. Ini yang saya perbaiki ini Rumah Adat Kakaluk dari tahun lalu sudah tidak layak maka pada awal Februari 2022,  mulai kami bangun sampai hari ini. Jadi memang Rumah tempat leluhur ini sudah harus diperbaiki karena rusak Berat. 


Sementara Yosep  klau  salah satu  anggota pengurus SIS  dan Bro  SNKT mengatakan Rumah ini sewaktu suksesi Bupati Simon  dan Kim Taolin datang dan  mengambil sirih pinang disini, kami berharap boleh kembali lagi mengucap syukur.  Dan maaf saja karena kami  sudah bongkar sekarang dan masih  memperbaikinya kembali.


Setidaknya harapan kami tidak sama seperti saat dipimpin Bupati dan Wakil Bupati periode lalu. "Tidak ada persoalan menarik untuk menjadi orang tua yang selalu siap memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya," kata Yoseph. 


Selanjutnya Yuliana Telik, istri almarhum Yosep Bria PR, mantan  Kepala suku yang digantikan Daniel, menyarankan ada tiga kekuatan yang di bagi kepada khalayak putra dan putri disini. Dan ini tidak bisa disebutkan karena saat ini semua leluhur ada disini membangun tempat ini.  Menjaga  kata-kata dan perilaku agar tidak berakibat buruk.  Sekedar untuk diketahui  saat ini ada 3 rumah yang sudah rusak tidak beratap dan tidak berndinding lagi. 


Yaitu Uma Ferik  dan Uma Fukun,  kemudian satunya lagi yang sedang di kerjakan yaitu Uma Kakaluk ini  dengan berbahasa tetun fehan 


"Keta  nai kekes Tan ohin loron bei sia tuan no nurak raksudik iha nene  hakes rakar ibu ma rakar Lia. " katanya sembari membeberkan bentuk rumah dan terapan-terapan di suku  itu, dalam bahasa  daerah selanjutnya. (Rofinus Bria)


×
Berita Terbaru Update