-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Rumah Singgah K3LDP di Pastikan Rampung Pertengahan Tahun 2022

Rabu, 16 Februari 2022 | Februari 16, 2022 WIB Last Updated 2022-02-16T00:41:10Z

 


Nunukan (kabar-nusantara.com) -  Pembangunan rumah singgah yang dirintis oleh Forum kerukunan karyawan komunikasi lokal Desa Payang (K3LDP) site lagub, Sembakung Nunukan, Kalimantan Utara, kini dalam proses penyelesaian. 


Pendiri sekaligus penasehat forum K3LDP, Gimson, S. Sos menyatakan,"pembangunan rumah singgah ini dimulai awal Februari 2019, sebelumnya telah dibangun rumah adat di Desa Payang Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupate Nunukan, Kalimantan Utara," katanya. Selasa (15/2/22) 


Banguan tersebut telah di resmikan bulan Agustus 2018 silam, "Saya bersyukur bangunan rumah singgah di Desa Tubu Respen Kabupaten Malinau ini sudah mencapai 98% dan mudah-mudahan pertengahan tahun 2022 ini diresmikan sehingga bisa dipakai oleh masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal. 



"Selama ini keluarga pasien mengeluh karena minimnya penginapan, kadang mereka tidur dan masak di emperan Rumah Sakit, karena tempat penginapan penuh, kalaupun ada yang kosong,  mereka juga mengeluh karena harga kamar mahal, belum lagi biaya Rumah sakit, biaya obatnya, makan dan minum, transportasi dan lain-lainya," katanya. . 


"Diharapkan masyarakat tidak lagi kesulitan mencari penginapan lain. Rumah singgah ini dibangun dengan konstruksi dua lantai, delapan kamar, enam kamar mandi, dan dua dapur," beber Gimson.

 

Sementara itu menurut Ketua Panitia Pembangunan, Yunus Lanjang, Rumah singgah ini di bangun di Kabupaten Malinau karena aksesnya dekat dan bisa di tempuh lewat jalur darat sekitar satu  jam, sementara Nunukan jarak yang ditempuh lima jam karena harus menyeberang lewat laut dengan Speed boat, "jadi malah bisa lebih besar biayanya," jelas Yunus. 


Terkait pendirian rumah singgah ini,  tidak ada motif politik. Ini murni dibangun atas dasar kemanusiaan.  "Kita ini karyawan perusahaan tambang batu bara, pada bulan 10 th 2010, kami bentuk forum dengan nama Kerukunan Karyawan Komunitas Lokal Desa Payang (K3LDP) waktu itu hanya beberapa orang kemudian sekarang sudah mencapai 400 orang," katanya.


Lalu dibuatlah kesepakstan iuran per orang Rp, 150.000 setiap bulan di potong oleh masing masing HRD kontraktor lalu dikumpulkan dan diserahkan ke panitia pembangunan, "dari situlah sumber dana pembangun rumah singgah ini, membeli tanah, membeli material, upah tukang, bayar pajak, dan lain sebagainya," papar Yunus.


Lebih lanjut Yunus menyatakan sumber dana pembangunan rumah ini bukan dari sumbangan perusahaan, bukan pula dari hasil proposal dan bukan juga dari sumbangan instansi tertentu, sama sekali tidak. Semua berasal dari dana iuran anggota dan bisa dipertanggung jawabkan,"  tutup Yunus. (Roni Duman, Nunukan)


×
Berita Terbaru Update