-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Karyawan PT. MKP Tuntut Kenaikan Gaji.

Kamis, 10 Februari 2022 | Februari 10, 2022 WIB Last Updated 2022-02-10T12:53:00Z


Nunukan (kabar-nusantara.com) - Para karyawan PT. Mandala Karya Prima di area konsensi perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) Mandiri Inti Perkasa ( MIP) Sembakung, Nunukan, Kalimantan Utara, melakukan pertemuan umum secara terbuka dihalaman parkiran bus, Kamis (10/2/2022). 


Pertemuan itu dihadiri beberapa karyawan dalam lintas Departemen. Seperti Departemen Produksi, Plant, engineering, Warehouse, HRD dan HSE. Simon Senda seorang karyawan produksi mengatakan, pertemuan hari ini adalah sebuah bentuk solidaritas dari seluruh karyawan MKP lintas Departemen untuk menyampaikan  keluhan. 


"Keluhan kami selama ini belum ditanggapi secara serius,"  katanya.


Sementara itu, Ahmad Roni selaku yang  mewakili  seluruh karyawan MKP menyatakan, bahwa selama ini karyawan diminta bekerja maksimal, dengan janji akan diberi kenaikan jenjang karier, padahal target  produksi batu bara selalu tercapai tapi sampai saat ini nasib kami tidak ada perubahan, dan tidak ada kenaikan gaji. 


"Hal yang paling menyakitkan adalah   karyawan kontraktor lain yang dulu pendapatannya dibawah karyawan MKP, sekarang justru jauh lebih besar daripada kami di MKP,"  ungkap Ahmad Roni.


Dia mengungkapkan keluhan mereka, uang ojek 50 ribu itu sangat tidak cukup, insentif dan performa yang belum ada perubahan, bahkan jika dibandingkan pendapatan kami terhitung penerapan aturan baru ini selisih bisa mencapai 600 ribu, kami dipaksa kerja keras alasannya kejar target produksi. Kami diancam dan diintimidasi dan parahnya lagi ada sistem penerapan SP (surat peringatan) 


"Dan ada dugaan, misalnya ada atasan tidak suka sama saya, maka nanti pada waktu saya cuti akan di PHK (pemutusan hubungan kerja) dengan alasan surplus tenaga, cara seperti itu kan sangat tidak manusiawi," tegasnya.


Menanggapi hal itu, Kristiawan Sentono selaku Management Site dan Penanggungjawab operasional  berharap, "semua karyawan MKP harus banyak bersabar dan bersyukur karena kita masih bisa bekerja, bisa menafkahi anak istri dan keluarga kita dirumah,"  ungkapnya. 


Terkait polemik pendapatan karyawan kontraktor lain yang dulu di bawah MKP tetapi kemudian menjadi lebih besar pendapatannya, dia berharap hal ini tidak bisa dibandingkan, karena perusahaan ada aturan main dan ada  kebijakan. "Adapun untuk uang transportasi ojek, saya akan evaluasi dalam waktu tiga bulan, karena itu butuh evaluasi dan pengajuan,"  jelasnya. 


Kemudian masalah ancaman dan intimidasi, SP, PHK waktu cuti, menurutnya harus dibedakan ancaman dan intimidasi dan konteks apa? Kalau itu benar terjadi, "saya berharap hal itu tidak terulang lagi," jelasnya. 


Dalam kaitan dengan PHK waktu cuti dan tidak diizinkan masuk site untuk mengemas barang-barang dan pamitan dengan teman-teman, menurutnya kebijakan itu diambil atas instruksi dari Manajemen pusat. Pertimbangan lain adalah tempat karantina kita terbatas, "daripada memanggil masuk kembali dan akhirnya juga keluar, lebih baik kita mencari yang baru," tuturnya.


Pada pertemuan itu, Kristiawan Sentono didampingi, Head Departemen Plant Haikal Makatita, HRD bidang finansial Hendra, pengawas lapangan Gunadi dan staff HSE Mulyadi. ( Laporan: Roni, Nunukan Kalimantan Utara)


×
Berita Terbaru Update