-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Koperasi TKBM Tanjung Redeb Tolak Pencabutan SKB 2 Dirjen 1 Deputi Tahun 2011

Selasa, 01 Februari 2022 | Februari 01, 2022 WIB Last Updated 2022-02-01T08:16:38Z


Tanjung Redeb (kabar-nusantara.com) – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat ( Kop. TKBM ) Pelabuahan Tanjung Redeb Menyampaikan Pernyataan Sikap di Pelabuhan Tanjung Redeb dan di Halaman Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan ( KUPP ) klas II Tanjung Redeb, senin 31/01/2022.



Ketua  DPC Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia ( FSPTI ) Berau Asriadi di dampingi ketua umum Kop. TKBM Tanjung Redeb Ajis Mansyah membacakan 6 sikap Kop. TKBM:

1.Menolak Pencabutan SKB 2 Dirjen 1 Deputi Tahun 2011 Tentang pembinaan dan Penataan Koperasi TKBM di Pelabuhan.

2.Menolak pengalihkelolaan TKBM ke Badan Usaha Pelabuhan ( BUP ) / Perusahaan Bongkar Muat ( PBM ).


3.Menolak tuduhan bahwa Koperasi TKBM sebagai penyebab biaya tinggi di Pelabuhan.

4.Mempertahankan Koperasi TKBM sebagai wadah pengelolahan TKBM di Pelabuhan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Kemudahan Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan usaha Mikro, Usaha Keci, dan Menengah pasal (29) dan (30).



5.Mendukung Pemerintah Untuk menekan biaya Logistik Nasional di kawasan Pelabuhan Melalui Program Nasional Logistik Ekonomi.

6.Koperasi TKBM Pelabuhan siap mereformasi system dan tata kelola menuju Koperasi yang Modern, akuntabel dan transparan serta Profesional dalam melayani Aktifitas Bongkar Muat Barang dari dan ke Kapal di Pelabuhan.


Perwakilan DPC FSPI dan pengurus TKBM di terima langsung Kepala KUPP Hotman di ruang kerjanya. 


“Kami sangat menghargai pernyataan sikap kawan TKBM sangat kompak, di lihat sendiri oleh masyarakat Berau kalau kita ini antar KUPP sebagai Pembina dan Kop. TKBM sangat kompak dalam melakukan kegiatan Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Redeb," katanya. 



Lebih jauh dia mengatakan, "kami telah menerima dan akan meneruskan ke Pimpinan, kita sama dilapangan dan ujung tombak dalam Bongkar Muat Pelabuhan," tambahnya.


Ketum TKBM menjamin kondisi tetap aman terkendali dan kondusif, pekerjaan yang biasa tetap berjalan. Kalau ada yang harus kita stop tapi tanpa menimbulkan konflik di Pelabuahan kita stop. Yang sifatnya emergensi tetap berjalan normal.


"Sebagai binaan KUPP kami selalu melakukan yang terbaik bahkan kami berusaha agar Pelabuhan kita ini bisa menjadi Pelabuhan Terbaik di Indonesia. KUPP selalu menyarankan kerja propesional. Kita kerja sesuai SOP Pelabuahan," tutupnya.  (Asdar Wahyoesri) 

×
Berita Terbaru Update