-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Janji Manis Perusahaan (PT.SLR) Bikin 58 Emak- emak Dibuai Hayalan.

Kamis, 17 Februari 2022 | Februari 17, 2022 WIB Last Updated 2022-02-16T23:41:16Z


PALI (kabar-nusantara.com) - Tidak semua  orang yang bekerja di  perusahaan itu jujur dan berhati mulia,  apalagi mau menepati janj.  Dan tidak semua pejabat itu pro kepada  rakyat dan masyarakat. 


Contohnya  di sebuah Desa Lunas Jaya yang dulu masyarakatnya hidup makmur, rukun dan sangat santun serta fanatik dalam menghormati para  Pemimpin. Masyarakat di Desa tersebut dulunya sangat terkenal rukun dan kompak dalam menjalani rutinitas kehidupan, terutama dalam kegiatan-kegiatan untuk  kebaikan bersama.


Di tahun 2010 Desa ini (sebutkan nama desanya) mendapat kabar baik, bahwa akan ada sebuah Perusahaan besar yang akan beroperasi di  wilayahnya. Mulailah jalan- jalan perusahaan di bangun dan perusahaan beroperasi.



Tahun 2017 perusahaan tersebut mendirikan Mess dan perkantoran dekat Desa tersebut, "wah kabar baik ni, kalau perusahaan besar hadir di Kampung kita, otomatis peluang pekerjaan makin banyak didepan kita.


Namun sayang sekali, yang terjadi malah sebaliknya,  alih -alih dapat percikan pekerjaan. Mau jadi kulipun susah dapatnya, meskipun ada rekomendasi dan keterangan dari warga pribumi. 


Yang terjadi, warga  hanya menonton dan  orang pendatang dari luar pulau yang justru  menikmati  manfaatnyak atas kehadiran perusahaan tersebut.


Saat itu tanpa persetujuan masyarakat Desa itu, Perusahaan menjadikan tumpukan Batubara setinggi menara yang tak jauh dari pemukiman penduduk. Nama tumpukan Batubara itu di sebut Stockfile,



Ternyata dari Stockfile batubara dekat pemukiman penduduk itulah masyarakat desa ini mendapat percikan debu dan bising.


Kemudian kita lanjut pada 22 Agustus tahun 2019, tepatnya hari Kamis terjadi aksi demo, masyarakat memblokir jalan Perusahaan, masyarakat emosi akibat tanaman milik petani mendapat percikan debu hitam, bukan hanya petani, masyarakat sekitar lokasi  Stockfile pun ikut ambil bagian dalam aksi demo itu, karna seluruh permukaan mendapat percikan debu hitam di seluruh  lingkungan rumah mereka.

 

Apa yang terjadi saat itu? ternyata pihak perusahaan bersikap abai  terhadap masyarakat, buntut aksi tersebut, beberapa orang perwakilan pendemo di panggil Polisi.


Perusahaan semakin nekad, saking nekadnya, di tahun 2020 bulan April,  perusahaan  bukan ambil pusing  soal protes dampak debu batu bara, oleh masyarakat, mereka malah mendatangkan seperangkat alat penghalus debu hitam, alat baru ini dinamakan Crusher. 


Dan atas permintaan masyarakat desa sekitar, Perusahaan di minta mengadakan sosialisasi terlebih dahulu, 


Perusahaanpun menuruti kemauan masyarakat, mereka mengadakan sosialisasi itu, di hadiri pihak Kepolisian, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa dan perangkatnya.


 Dan juga masyarakat dari dua Desa sekitar lokasi tersebut. Di  acara sosialisasi itu masyarakat tidak setuju didirikan Crusher dilingkungan pemukiman mereka, alasannya, dampak  debu batubara dari Stockfile saja sudah meresahkan, apalagi ditambah dengan dampak baru dari alat  Crusher yang sudah barang tentu lebih dahsyat lagi.


Namun apa hendak di kata, kemauan masyarakat untuk mengurangi polusi udara dan pencemaran lingkungan tidak di gubris oleh pihak perusahaan, buktinya Crusher tetap di bangun  hingga beroperasi, meski hampir memakan korban, pembangunan Crusher tetap jalan, yang korban kecelakaan kerja di bagian crusher tersebut mengalami luka bakar, di rawat di sebuah Rumah sakit di kota Prabumulih.


Mungkin karna sudah terlalu banyak serbuk debu hitam yang terbang ke pemukiman penduduk Desa dekat Stockfile,  pada Senin tanggal 01 November 2021, 58 orang ibu-ibu rumah tangga, yang tergabung dalam Aliansi emak-emak peduli lingkungan, mendatangi Perusahaan yang bertanggung jawab terhadap serbuk debu itu,  


Tampaknya, Ibu-ibu di sambut baik oleh pihak perusahaan, bahkan di siapkan tenda untuk berteduh dari terik matahari, agar ibu-ibu tersebut nyaman dengan pelayanan yang  baik oleh pihak perusahaan, bahkan perwakilan ibu-ibu diajak mediasi di dalam room ber AC. 


Namun apa hasil mediasi antara Aliansi emak-emak peduli lingkungan dengan  Perusahaan? Lagi-lagi pihak perusahaan bersikap tidak  bijaksana, mereka tau susahnya mayoritas ibu rumah tangga setiap hari harus 3 kali membersihkan rumah dan perabotan rumah mereka, karena hitamnya serbuk debu dari aktivitas operasi Stockfile dan Crussher itu.


Maka mediasi pihak perusahaan VS emak-emak mencapai kata sepakat, dengan dituangkan dalam sebuah perjanjian tertulis, yang di bubuhi tandatangan di atas materai Rp 10.000,  oleh kedua belah pihak, dan saksi-saksi, juga di ketahui oleh Pemerintah Desa setempat.


Isi surat tersebut sempat penulis baca, yakni pihak Perusahaan berjanji  membantu ibu-ibu dalam hal pembersihan, dengan memberikan uang Rp 500.000/ bulan kepada 58 orang ibu-ibu, selama kegiatan Perusahaan masih berlangsung. Sedangkan dalam perjanjian tersebut 58 ibu-ibu  yang tergabung dalam aliansi masyarakat peduli lingkungan, berjanji tidak akan melakukan aksi demo.


Namun sangat disayangkan, hanya dipihak ibu-ibu yang  konsisten dengan janji itu, sementara pihak Perusahaan, seperti tanpa merasa salah dan dosa, mereka ingkar terhadap janji,  janji tinggalah janji,  saat di tagih janji itu  mereka berdalih dan tak peduli.


Pihak perusahaan merasa tidak bersalah, mereka  menjawab,  "itukan hanya janji, uang kan tidak ada, tentu tidak salah. Yang salah itu ibu-ibu, kenapa harus percaya kepada pihak perusahaan, salah sendirilah.


Padahal tanpa di sadari, pihak perusahaan itu sudah banyak berbuat dzalim terhadap warga Desa sekitar operasi, pertama masyarakat mendapat percikan debu halus dari serbuk hitam setiap saat beterbangan di bawa angin, yang kedua, pihak perusahaan sudah bikin kebisingan selama 24 jam nonstop suara keras dari aktivitas operasi di Stockfile yang dekat pemukiman penduduk.


Untung banyak bagi perusahaan, saat ibu-ibu protes pihak perusahaan ingkar janji, tetapi ada pembela pula, siapa pembelanya? Tentu orang-orang yang diuntungkan, siapakah orang-orang yang di untungkan?, Pasti mereka yang siap  jilat kiri jilat kanan, jilat atas jilat bawah demi Rupiah, mereka yang rela gadaikan kesehatan masyarakat demi Rupiah. 


Nasihat dari penulis, berhati-hatilah bagi para penjilat, awas yang kau jilat itu bara api, kalian pasti akan terbakar. 

(Penulis: Eddi Saputra)

×
Berita Terbaru Update