-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Desa Motaulun Gelar Musrenbangdes Th 2022 Dihadiri BKKBN Pusat

Selasa, 01 Februari 2022 | Februari 01, 2022 WIB Last Updated 2022-02-01T07:41:34Z


Malaka (kabar-nusantara.com) -  Pembangunan Daerah kabupaten kota Dan Desa perlu disepakati melalui musyawarah yang disebut Musyawarah Rencana Dusun, Desa, Kecamatan, Kabupaten hingga pusat.  Kegiatan ini telah berjalan dari tahun ketahun diseluruh wilayah Indonesia. 


Natalia Hoar Seran, Penjabat Kepala Desa Motaulun melaksanakan  Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MUSREMBANGDES ) 2022 sebagai tugas perdana. Natalia mulai menggelar kegiatan itu di kantor  Desa Motaulun, Senin (31/1/ 2022).


Musrembangdes itu membahas dan menyepakati 5 kebutuhan penting bagi masyarakat Desa Motaulun, yang hasilnya dapat diajukan untuk ikut di bawa  ke Musrembangcam tahun 2022 ini nantinya.


Turut hadir dalam Musrenbangdes ini Penjabat Kepala Desa, Petugas BKKBN (P2KBP3A) pusat, Tim saksi dari Kecamatan Malaka Barat, Sekretaris desa, para Aparat Desa Motaulun dan beberapa  awak media media/pers


"Semua usulan dari mana saja dalam Musrenbang Desa ini kita tentukan dulu. Karena semuanya ini kita nanti akan memperjuangkanya," saran Sekdes Mundus.


Hasil kesepakatan musyawarah mufakat Musrenbangdes Motaulun ada 5 agenda:

1. Memperkokoh tanggul (jalan inspeksi irigasi dan drainase) di daerah aliran sungai (DAS ) Benenai,

2. Percetakan lahan sawah, 

3. Perluasan jaringan listrik, 

4. Perumahan warga layak huni, dan

5. Peningkatan jalan (lapen)  sepanjang 10 km.  Kelima kebutuhan ini yang ditetapkan untuk di ajukan ke Musrenbangcam 2022 di Besikama.


Sementara itu hadir juga penanggung jawab petugas BKKBN, yang saat ini disebut P2KBP3A pusat,  Kadek, pada kesempatan itu ia  menyarankan  untuk  para kader KB di Desa Motaulun dapat di libatkan pada kesempatan Musrenbangdes seperti ini.


Kepada penjabat Kepala Desa Motaulun, Selaku pelaksana tugas di Desa,  Kadek menyampaikan jangan kawatir untuk mengundang tenaga dan kader BKKBN karena para kader KB  sudah mendapat rbiaya insentif yang ditanggung Dinas KB.


"Saya ingin menyampaikan beberapa hal mungkin Keluarga Berkwalitas (KB) ini belum dikenal sampai di pelososk pelosok, padahal kami sudah punya kader-kader juga di Desa Motaulun ini ada 6 orang kader yang diketuai oleh ibu Ana," jelas Kadek. 


Dia melanjutkan bahwa KB dulu hanya berbicara tentang 2 anak saja. Tapi sekarang bicara tentang kependudukan, keluarga berkwalitas dan lainya.


"untuk ibu penjabat Kepala Desa, bapak staf dari Kecamatan dan bapak Pendamping Desa, untuk kegiatan kegiatan selanjutnya kader kader kami juga perlu dilibatkan," katanya.


Adapun masalah pembayaran insentif mungkin tidak perlu dari Desa tetapi dari Dinas KB telah disediakan. Demikian saran Kadek, petugas BKKBN, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Desa Motaulun, Kecamatan Malaka Barat Kabupaten  Malaka. (Rofinus Bria)


×
Berita Terbaru Update