-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Alun-alun Kabupaten Mesuji Malah Berubah Fungsi Seperti Pasar Tradisional

Kamis, 10 Februari 2022 | Februari 10, 2022 WIB Last Updated 2022-02-10T14:03:44Z


Mesuji (kabar-nusantara.com) - Keadaan ini tak lepas dari kondisi Taman Penghijauan Alun-alun Desa Simpang Pematang yang mengkhawatirkan. Alun-alun terlihat kumuh tak terawat, sampah berserakan banyak bagian-bagian di dalam taman yang rusak seolah tak tersentuh perawatan bahkan sudah pada berdiri Toko Toko manisan dan lebih anenya lagi banyak perlengkapan fasilitas umum pada rusak dan hilang. (10/2/22)


Saat di konfirmasi Pimpinan DPRD  Kabupaten Mesuji melalui via Whatsapp mengatakan, "kami sudah cek langsung bersama tim DPRD Kabupaten Mesuji keadaan dan kondisi taman penghijauan alun-alun tidak seharusnya berubah fungsi karena itu Taman Penghijauan," ucap Ketua DPRD.



Dan dia  sangat menyayangkan taman sudah berubah fungsi, menjadi kumuh, "kami meminta kepada Pemerintah Daerah untuk mengembalikan fungsi taman tersebut dan menata pedagang karena tempatnya sudah ada di taman tersebut karena sudah disediakan Pemerintah,"  tuturnya. 


Pantauan awak media Kamis (9/02/2022) sore, kondisi beberapa bagian lapangan terihat sudah rusak, fasilitas umum podium pun dipakai untuk berdagang, bahkan kolam air mancurpun jadi sarang nyamuk dan airnya kehitam hitaman.  Sedangkan bangunan yang menggunakan paving block terlihat rusak dan banyak bagian paving block yang hilang, hanya menyisakan tanah  yang berdebu dan bahkan Siring disekitar banyak di penuhi sampah berserakan, dulu ada kursi ayunan, tapi sekarang sudah tidak terlihat lagi.



Lalu pagar gorong-gorong di bagian tepi jalan bagi depan rumah Bupati Mesuji, terpantau carut marut berserakan, bangunan dalam alun alun dipenuhi padat pedagang permanen dipinggir selah selah banyak sampah dan selokan air bekas cuci. 


Kondisi lebih parah nampak podium di sudut kanan selatan dimana bagian ini terdapat banyak bekas bekas masakan dan jauh dari kesan asri dan nyaman. Bahkan tembok pembatas dengan jalan Alun-alun timur pun tidak nampak karena sangat kumuh dan jorok.


Salah seorang pengunjung, Een  (30) mengatakan ia tidak sengaja berkunjung ke Taman Alun-alun Kecamatan Simpang Pematang,  "jauh berbeda dengan alun alun ditempat lain, dimana keindahan alam masih terjaga, saya kaget kukira Pasar dan Cafe karena sangat padat pengunjung,"  katanya.


"Sangat jarang kesini, gak enakan (tidak nyaman), ke sini cuma mau beli air minum saja," ujar warga way serdang ini saat ditemui di tepi taman yang memang dijejali banyak pedagang. 


Sumber lain tokoh Mesuji Tumit (60) Meminta Pulangkan alun alun fungsi awal agar setiap masyarakat yang berolahraga menjadi sehat karena kelestariannya terjaga bukan malah sebaliknya tutunya. (Tim.Nvl)

×
Berita Terbaru Update