-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Penipuan Modus Baru, Rakyat Indonesia Perlu Tahu, Waspadalah!

Senin, 17 Januari 2022 | Januari 17, 2022 WIB Last Updated 2022-01-17T01:55:46Z


Tersangka kasus penipuan modus baru ditangkap.  Foto: Humas Polres Magelang


Magelang (kabar-nusantara.com) - Satreskrim Polres Magelang, Jawa Tengah, berhasil menggungkap kasus penipuan yang tergolong modus baru.  Berdasar keterangan Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun melalui Wakapolres Magelang Kompol Aron Sebastian. Saat menggelar konferensi pers di Mapolres Magelang, Dilansir dari laman jpnn.com, Minggu (16/1/22) – 07:46 WIB.


Kompol Aron didampingi Kasi Humas AKP Abdul Muthohir dan Kapolsek Srumbung AKP Sumino. menjelaskan sejumlah fakta kasus penipuan itu, berikut rincianya : 

1. Identitas pelaku dan korban Pelaku inisial AM (50) warga Desa Bumirejo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Korban inisial SWI (18) warga Desa Pucunganom, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.



2. Modus penipuan Penipu mengaku sebagai Pegawai Dinas Sosial Kabupaten Magelang, mengiming-imingi pekerjaan kepada korban. 
“Tersangka mengaku sebagai Pegawai Dinsos Kabupaten Magelang dan menawarkan pekerjaan kepada korban sebagai tenaga packing masker di rumah dengan gaji Rp 350 ribu per minggu,” ujar Kompol Aron Sebastian.


3. Kronologis kejadian Minggu, 2 Januari 2022 sekira pukul 15.30 WIB, tersangka AM sedang lewat di rumah korban SWI dan bertemu dengan ayah korban di depan rumah. AM mengaku Pegawai Dinas Sosial Kabupaten Magelang dan menanyakan apakah ayah korban memiliki anak yang belum bekerja.


Tersangka AM menawarkan pekerjaan kepada korban sebagai tenaga packing masker di rumah dengan gaji Rp 350 ribu per minggu. Karena korban SWI berminat, AM kemudian menyuruh ayah korban untuk mengambil brosur di Kantor Pos di Tempel. 


4. Jumlah kerugian Saat ayah korban pergi ke Kantor Pos, AM meminta Handphone milik korban dengan alasan sebagai syarat jaminan nomor handphone yang dapat dihubungi. AM juga meminta kalung emas dan handy talky milik korban dengan alasan sebagai jaminan. Selang 30 menit, ayah korban datang dari Kantor Pos Tempel dan mencari keberadaan tersangka karena di Kantor Pos tidak menemukan brosur yang dimaksud tersangka AM. 


“Korban beserta ayah dan ibunya sadar telah menjadi korban penipuan dan berusaha mencari AM. Namun, tidak ketemu,” ujar Kompol Aron. Korban menderita kerugian sekitar 9 juta rupiah dan melaporkan kejadian ke Polsek Srumbung.


5. Pelaku penipuan ditangkap di hotel - Tim Resmob Sat Reskrim Polres Magelang dan Unit Reskrim Polsek Srumbung langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan korban. Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku penipuan. Rabu, 2 Januari 2022, Tim berhasil menangkap AM di salah satu Hotel di Kota Magelang.


Polisi menyita barang bukti di hotel dan di indekos tersangka di daerah Mertoyudan Magelang.  Tersangka AM dijerat pasal 378 KUHPa dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun penjara. 


"Pelaku ini adalah residivis kasus penipuan yang sama di Yogjakarta tahun 2017," ungkap Aron.  (rls/sam/jpnn)




Artikel ini telah tayang diJPNN.comdengan judul
"5 Fakta Penipuan Modus Baru, Seluruh Rakyat Indonesia Perlu Tahu, Waspadalah!",
https://www.jpnn.com/news/5-fakta-penipuan-modus-baru-seluruh-rakyat-indonesia-perlu-tahu-waspadalah

 

×
Berita Terbaru Update