-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Susu Full Cream Tak Lebih Buruk dari Susu Rendah Lemak, Ini Kata Ahli

Senin, 20 Desember 2021 | Desember 20, 2021 WIB Last Updated 2021-12-21T02:42:16Z


Jakarta (kabar-nusantara.com) - Banyak orang menganggap minum susu full cream dapat menambah berat badan. Padahal ahli diet malah menilai sebaliknya, menyebutkan susu full cream lebih sehat. Susu merupakan minuman sehat yang baik dikonsumsi oleh setiap orang. Di dalamnya mengandung kalsium dan protein yang baik untuk pertumbuhan tulang dan menjaga imunitas tubuh.


Untuk sebagian orang menghindari konsumsi susu karena menilai dapat meningkatkan berat badan. Dilansir dari detik.com, Senin (20/12/2021).  


Sehingga banyak di antara mereka yang beralih mengonsumsi susu rendah lemak atau susu nabati. Dilansir dari The Indian Express (20/11), ahli diet ternyata memiliki penilaian berbeda tentang susu, apalagi susu full cream yang banyak dihindari para pelaku diet.


Para ahli menjelaskan kalau susu full cream atau susu whole-milk ini jauh lebih sehat daripada yang rendah lemak. Apa alasannya?  Benar adanya kalau susu full cream atau whole milk mengandung lebih banyak lemak dan kalori.


 - Susu Rendah Lemak 


Kandungannya lemaknya sebesar 3,25 persen, jauh lebih besar dibandingkan susu rendah lemak dan susu tanpa lemak. 

- Susu Full Cream :



Namun, susu full cream mengandung lebih banyak vitamin D dan omega-3 daripada dua susu varian lainnya. Sedangkan susu rendah lemak dan tanpa lemak hanya mengandung vitamin D dan tidak terdapat omega-3 di dalamnya. Padahal omega-3 merupakan lemak esensial yang baik untuk kesehatan fungsi otak dan jantung.


Dalam sebuah ulasan, 11 dari 16 penelitian menemukan kalau susu full cream jauh lebih besar pengaruhnya dalam menurunkan berat badan. 
Sebuah penelitian besar yang melibatkan sekitar 18.400 wanita melaporkan kalau asupan susu full cream yang lebih besar dikaitkan dengan penurunan berat badan.


Penelitian lain juga menjelaskan bahwa produk susu full cream ditemukan dapat menurunkan risiko obesitas di bagian perut sebesar 48 persen pada pria. 
Sedangkan mereka yang mengonsumsi susu rendah lemak malah memiliki risiko obesitas perut 53 persen lebih tinggi.


Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti asal Swedia melibatkan hampir 20.000 wanita perimenopause dan menemukan risiko 15 persen lebih rendah untuk penambahan berat badan saat mengonsumsi susu full cream satu gelas per hari.


Susu full cream juga dikabarkan dapat menurunkan risiko sindrom metabolik yang merupakan kombinasi dari resistensi insulin, kadar trigliserida tinggi, aterosklerosis, obesitas perut yang dapat meningkatkan risiko gangguan kronis seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan lainnya.



Baca artikel detikfood, "Susu Full Cream Tak Lebih Buruk dari Susu Rendah Lemak, Ini Kata Ahli" selengkapnya 
https://food.detik.com/info-sehat/d-5862381/susu-full-cream-tak-lebih-buruk-dari-susu-rendah-lemak-ini-kata-ahli.

×
Berita Terbaru Update