-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Persoalan Sampah di Grobogan Penanganan Perlu Serius

Senin, 13 Desember 2021 | Desember 13, 2021 WIB Last Updated 2021-12-14T08:54:18Z

Persoalan Sampah di Grobogan Pengelolaanya Perlu Serius

Oleh : Arif Budiarto (Wartawan dan Pemerhati Lingkungan)

 

Grobogan (kabar-nusantara.com) - Kita ketahui bersama bahwa dalam dokumen KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis) dan dokumen IKPLHD (Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah) Kabupaten Grobogan persoalan sampah saat ini telah menjadi issue strategis sejak tahun 2019, 2020 dan 2021. Oleh sebab itu persoalan tersebut kini menjadi skala prioritas bagi Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan langkah dan berbagai upaya dalam penanganan dan pengurangan sampah secara komperhensif.

 

Berdasar data TPA Ngembak Purwodadi pada 3 tahun terakhir, tercatat bahwa penanganan  volume timbulan sampah tahun 2019 (±21.855.322 ton), 2020 (±22.355.420 ton) dan 2021 (±20.326.130 ton-October). Sedangkan jumlah volume timbulan sampah masuk TPA perhari mencapai ±70 ton.

 

Pada hal rencana umur teknis TPA adalah 15 tahun, dengan kondisi riil saat ini 4 tahun berjalan telah mencapai ±63% (2021-October) berarti  estimasinya bahwa 3 tahun lagi volume timbulan sampah di TPA akan penuh (2024). Dengan kondisi demikian, upaya penyelamatan TPA agar tidak penuh yaitu dengan mengurangi volume sampah dari TPS yang masuk ke TPA.


Dinas Lingkungan Hidup Grobogan terus berupaya mencari solusi agar  kedepan timbulan sampah yang masuk ke TPA hanya sampah residu saja.  Dengan keluarnya undang-undang nomor 18/2008 tentang pengelolaan persampahan, Bab IX, Peran Masyarakat, pasal 28 ayat 1 : Masyarakat dapat berperan dalam Pengelolaan Sampah yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah. Maka dengan demikian persoalan sampah menjadi tanggungjawab kita semua.

 

Berpedoman pada dokumen KLHS dan dokumen IKPLHD bahwa persoalan sampah telah  menjadi issue strategis di Kabupaten Grobogan, oleh karenanya perlu mendapat perhatian  serius, segera ditindaklanjuti dan dicari solusinya. Upaya awal yang akan dilakukan yaitu  merumuskan masalah persoalan penanganan sampah TPA.

 

Selain itu mendesign bagaimana  strategi pengelolaan pengurangan sampah dengan melibatkan partisipasi masyarakat yang   dikembangkan di 19 Kecamatan dengan pemberdayaan masyarakat dan  menerapkan program TPS-3R,  yaitu system pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif dan efisien.

 

Tujuannya ini untuk mengurangi timbulan sampah menuju ke TPA dengan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berbasis   partisipasi warga, harapannya sampah yang menuju TPA nantinya hanya sampah residu.

 

Permasalahan sampah di Grobogan sudah tidak dapat dianggap sebagai hal yang remeh dan sepele, justru ini menjadi persoalan serius untuk segera ditangani. Berdasarkan data lapangan   diperkirakan  tahun 2024 TPA Ngembak akan penuh. Saat ini pengurangan sampah oleh masyarakat baru diangka ±16%. Inilah yang menjadi tantangan besar bagi Dinas Lingkungan Hidup untuk dapat mencari solusi yang efektif dan efisien agar umur teknis TPA dapat normal 15 tahun.

 

Terkait permasalahan tersebut diatas, menandakan bahwa warga masyarakat Grobogan belum sepenuhnya memiliki kesadaran dalam pengelolaan sampah, selain belum ada kepedulian  tentang sampah dan juga belum berperannya kelembagaan pengelola sampah secara obtimal yang menyeluruh di wilayah 19 Kecamatan.

 

Langkah strategi sebagai solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan menggerakkan sumber daya yang ada dalam mendukung mengatasi permasalahan sampah terutama pengurangan sampah. Peran sosialisasi dan pembinaan terus dilakukan dengan sinergitas kolaborasi program lintas sektoral seperti dukungan kebijakan, kegiatan ProKlim.

 

Kemudian Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS), program sekolah Adiwiyata, Saka Kalpataru, Desa Wisata, Kampung KB, kegiatan STBM terus  ditingkatkan. Pola integrasi kolaborasi lintas sektor ini dapat meningkatkan efisiensi anggaran, pemanfaatan SDM dan efektifitas capaian outcome dalam penanganan dan pengurangan sampah.

 

Termasuk keterlibatan publikasi di medsos juga perlu dilakukan guna menyebarluaskan informasi dan pengetahuan pembelajaran kepada masyarakat tentang bagaimana pengelolaan sampah yang benar, baik dan bermanfaat.

 

Selain itu upaya strategi lain yakni melakukan dialog interaktif/sarasehan dengan para tokoh lokal, pemerhati lingkungan, para relawan peduli sampah hingga organisasi sosial yang inters dalam permasalahan sampah, mengusulkan/mengawal anggaran setiap tahun untuk pembangunan TPS-3R,

 

Perlu juga pengawasan dan monitoring evaluasi bagi kinerja kelembagaan KSM TPS-3R yang telah terbentuk dan memberikan penguatan re-ward bagi KSM yang telah berhasil mengembangkan pengelolaan sampah secara mandiri, berkelanjutan serta tak kalah pentingnya adalah dukungan dari legeslatif/dewan untuk mendukung program ini secara serius.

 

Sedangkan untuk strategi berkelanjutan pada tatanan di institusional berupa implementasi    regulasi pemerintah pusat terkait dengan pelaksanaan UU nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, implementasi Perda Kabupaten Grobogan nomor 02 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebijakan Strategi Daerah (JAKSTRADA) Kabupaten Grobogan hingga tahun 2025.

 

Bahwa tetap konsisten dalam penanganan sampah 70% dan Pengurangan 30%. Kesemua regulasi tersebut perlu upaya nyata yang melibatkan masyarakat sehingga persoalan sampah menjadi tanggungjawab kita bersama.

 

Selanjutnya penerapan strategi sosial dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat di semua lini yang konteknya adalah keterlibatan partisipasi masyarakat untuk berperan aktif baik pada   tatanan di tingkat basis RT, RW, Dukuhan hingga di tingkat Desa/kelurahan termasuk   pengambilan kebijakan di tingkat lokal membuat Perdes/Perkel agar kegiatannya dapat  bersinergi, berkolaborasi dengan program pengelolaan sampah, sehingga intinya program  persampahan terintegrasi dengan program Desa/kelurahan dan berkelanjutan.

Semoga kita berharap persoalan sampah dapat tertangani segera dengan kesadaran, kepedulian dan, tanggungjawab kita semua.   (ARF*)


×
Berita Terbaru Update