-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Gabungan LSM APKK Gelar Demo di Kantor Bupati Sarolangun Tuntut Inspektorat Profesional

Selasa, 14 Desember 2021 | Desember 14, 2021 WIB Last Updated 2021-12-14T18:01:47Z


Sarolangun (kabar-nusantara com) -.Koordinator LSM yang tergabung dalam Aliansi Pecinta Keadilan dan Kebenaran.(APKK) dalam aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Sarolangun menuntut, agar laporan dugaan penyalah gunaan anggaran ditindak tegas, Namun faktanya Inspektorat justru abai terhadap lapopran yang telah disampaikan tersebut, Selasa (14/12/21).


Sebelumnya gabungan LSM tersebut telah memasukkan laporan yang diterima Inspektorat Kab. Sarolangun, agar dugaan penyalah gunaan anggaran Dana Desa yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Desa segera di audit. Namun yang terjadi Inspektorat mengabaikan laporan itu dan bahkan cenderung membela oknum tersebut.



Koordinator lapangan aksi gabungan LSM Dani, dalam paparannya saat audiensi di Kantor Bupati mengatakan, berdasarkan temuanya ada  satu Desa, yakni Desa Muara Air Dua Kec. Batang Asai terkait proyek pembuatan jalan terdapat selisih volume dengan yang telah dikerjakan. .


“Kami menduga anggaran pembuatan jalan setapak sepanjang 2.190 meter namun yang dikerjakan hanya 1.720 meter,  dugaan kerugian  sebesar Rp, 131.771.689.  Namun temuan pihak Inspektorat kerugian itu hanya sebesar Rp 79.000.000; Kemudian temuan di Desa Sikamis sebesar Rp. 67.354.075,” jelas  Dani.



Untuk selanjutnya  mereka menyataan sikap yang di sampaikan kepada Bupati Sarolangun dengan maksud sebagai berikut :

1. Meminta Bupati Sarolangun untuk mengganti Pejabat/Inspektur Inspektorat yang abai terhadap aspirasi warga masyarakat.

2. Meminta Bupati Sarolangun untuk mengganti seluruh IRBAN Inspektorat Kab. Sarolangun.

3. Meminta seluruh pihak Inspektorat agar semua bekerja secara profesional, karena mereka telah mendapat gaji dan fasilitas dari negara yang cukup.

4. Meminta Bupati Sarolangun memberi sanksi tegas (non aktif) kepada Kepala Desa Muara Air Dua Kec. Batang Asai, jika mereka terbukti menyalahgunakan anggaran tersebut.

5. Meminta Bupati Sarolangun memberi sanksi yang sama (non aktif) kepada Kepala Desa Sikamis Kec. Cermin Nan Gedang.


Sementara itu Sekda Kabupaten Sarolangun Ir. Endang Abdul Naser saat di wawancarai awak media mengatakan, “Alhamdulillah, jadi saya mendapat masukan dari masyarakat, masyarakat itu sebagai kontrol Pemerintah Daerah, ini kita sikapi kita tanggapi,” katanya.


Lebih jauh ia menyatakan,  "tadi kita sudah minta Inspektorat segera adakan pertemuan lagi, untuk  klarifikasi lagi sesuai data yang ada. Tadi kan banyak yang belum lengkap. Sikapi lagi benar dak hasil pemeriksaan  APIP benar atau tidak,  jadi lalu di padukan, ” sebutnya.


“Cari solusinya bagaimana kalau memang volumenya kurang harus dikembalikan duitnya atau ditambah volume pekerjaan itu saja solusinya, atau melanjutkan kekuranganya," jelasnya


Sekda melanjutkan lagi, “kita hitung profesional, itu saya bilang tadi, kita tengok RAB nya dulu, itu berdasarkan volume atau tidak. Karena kita tidak bisa bilang gitu kan. Karena kita bukan secara teknis pak. Iya mungkin ada CCO kita tidak tahu kesepakatan Desa," tambahnya.


“Ah gak bisa gitulah kita lebarkan bisa jadi, karena kondisi alam atau sebagainya kan bisa jadi. Tapi sudah ada kesepakatan terimakasih,  berarti ada kebersaman kita untuk membangun Daerah, saya setuju itu,” sambungnya.


Masih dari pernyataan Sekda, ”Daerah kalau tidak ada kritikan dak bagus pak. Tentu ada kritikan itu yang bagus, karena kritikan itu menegur Pemerintah Daerah. Iya sebanyak 149 Desa gak mungkin Pemerintah bisa mengawasi semuanya dengan baik. Contoh BPK, mereka kalau turun ke Daerah tidak semua OPD kan pak yang diperiksa, pasti di cari sampel-sampel saia kira-kira OPD atau Desa yang rawan, ” ucapnya.


“Tentu selain itu, pembinaan aparat kita yaitu Inspektorat dan internal sendiri. PMD juga ikut berperan mengawasi Kades. Karena Kades dibawah binaan PMD. Tapi alhamdulilah akan diadakan pertemuan lagi tapi intens di Inspektorat yang sudah di sepakati, yaiitu hari Kamis tanggal 23 katanya. Silakanlah, hasil itu yang terbaik untuk kita bersama,” tutup Sekda.


Pantauan awak media, terlihat hadir dalam audiensi tersebut Kabag OPS Polres Sarolangun Bastari Y, Kakan Kesbangpol, Hudri, Danramil Sarolangun, Inspektur inspektorat dan Irban, Kasat Pol PP Muslihadi, Kadis PMD Mulyadi dan Sekdin PMD Huzairin.   (Reporter: JM)


Ingin Kursus Wartawan Online, Klik di sini  


×
Berita Terbaru Update