-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Korban Tewas Karamnya Kapal Migran WNI Jadi 19 Orang, 17 Hilang

Kamis, 16 Desember 2021 | Desember 16, 2021 WIB Last Updated 2021-12-16T13:08:43Z


Jakarta (kabar-nusantara.com) - Sebanyak 8 jasad kembali ditemukan saat upaya pencarian memasuki hari ke-2 setelah sebuah kapal tenggelam di perairan Johor, Malaysia. Kapal tersebut diyakini membawa sekitar 50 imigran gelap asal Indonesia. Seperti diberitakan media Channel News Asia (CNA), Kamis (16/12/2021) 


Ini adalah hari kedua pihak berwenang Malaysia melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Dilansir dari laman detik.com(16/12/2021) Sebelumnya pada hari Rabu (15/12), 11 orang ditemukan tewas sementara 14 orang berhasil diselamatkan.


Dengan temuan 8 jasad ini, berarti sejauh ini jumlah korban tewas tercatat 19 orang dan 17 orang lainnya masih hilang. 
Berbicara kepada CNA di area pusat operasi pencarian dan penyelamatan, Wakil Direktur Operasi Maritim Johor Kapten (Maritim) Simon Templer Lo Tusa mengatakan, bahwa enam jasad yang ditemukan pada hari Kamis ini adalah laki-laki sementara dua jasad lainnya perempuan.



Dia mengatakan, kedelapan jasad itu ditemukan terdampar di pantai Tanjung Balau, sekitar 2 km dari lokasi kejadian. 
"Kami masih mencari 17 orang yang hilang. Kami akan melanjutkan operasi pencarian kami, melalui darat, laut dan udara untuk menemukannya," ujarnya.



Dalam konferensi pers, pejabat maritim Malaysia itu mengatakan: "Status 50 orang yang berada di atas kapal diklasifikasikan sebagai imigran ilegal karena orang asing yang ingin masuk ke Malaysia diharuskan melakukannya di titik masuk resmi yang ditetapkan oleh pemerintah Malaysia."


"Ketika kapal terbalik kemarin, kami menganggap mereka sebagai imigran ilegal karena berbagai faktor, termasuk fakta bahwa kapal mereka tidak terdaftar ... dan mereka tidak memiliki dokumen hukum.

 

Jadi kami menganggap mereka sebagai imigran ilegal kecuali penyelidikan lebih lanjut menunjukkan sebaliknya," imbuhnya. Tim penyelamat di pantai Tanjung Balau terlihat mengenakan alat pelindung diri lengkap saat mengevakuasi jenazah.

 

Jenazah dikirim ke pos Angkatan Bersenjata Malaysia Tanjung Sepang di Kota Tinggi.
Petugas Operasi Maritim Johor Nik Rozi Nik Abdullah mengatakan kepada CNA bahwa para imigran semuanya bepergian dengan satu kapal yang terbalik dan kemudian tenggelam.


Ia mengatakan, kemungkinan kapal terbalik karena gelombang tinggi dan arus yang kuat.


Baca artikel detiknews, "Korban Tewas Karamnya Kapal Migran WNI Jadi 19 Orang, 17 Hilang" selengkapnya 
https://news.detik.com/internasional/d-5857929/korban-tewas-karamnya-kapal-migran-wni-jadi-19-orang-17-hilang.

Ingin Jadi Wartawan/Penulis Klik Di Sini 

×
Berita Terbaru Update