-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Kegiatan Press Gathering SKK Migas Kalsul Th 2021, Industri Migas Alami Peningkatan bayar Pajak

Jumat, 24 Desember 2021 | Desember 24, 2021 WIB Last Updated 2021-12-24T09:48:13Z

 


BALIKPAPAN (kabar-nusantara.com) -Dalam situasi perekonomian yang masih tertekan karena pandemi Covid-9, Industri hulu migas kembali memberikan kontribusi nyata bagi negara. Saat ini kontribusi pajak sektor hulu migas sudah melampaui target Pemerintah. Dari target yang ditetapkan sebesar Rp 64,7 triliun, setoran pajak industri hulu migas saat ini sudah mencapai Rp 69,16 triliun netto atau sebesar 106,85% (termasuk jasa penunjang industri hulu migas).


Perincian setoran pajak industri hulu migas sampai dengan 19 Desember 2021 meliputi antara lain : PPh Migas sebesar Rp. 52,49 triliun (surplus 14,7% dari target), PBB Migas dan Sektor lainnya sebesar Rp. 7,7 triliun (surplus 11,72% dari target), PPh Non Migas Rp. 5,8 triliun, PPN dan PPnBM sebesar Rp. 3,1 triliun, dan Pajak lainnya sebesar Rp. 0,036 triliun (surplus 0,27% dari target).


 Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Kalimantan Sulawesi (SKK Migas Kalsul) Azhari Idris menyampaikan bahwa industri hulu migas bangga dapat memberikan kontribusi terbaik bagi negara. 


“Pelampauan target setoran pajak hulu migas ke negara, sekali lagi menunjukkan bahwa industri hulu migas tidak ada henti-hentinya terus memberikan kontribusi dan turut serta menopang pembangunan. Ini menegaskan peran penting industri hulu migas bagi penerimaan negara dan modal pembangunan”, kata Azhari kepada para wartwan di Kota Balikpapan dalam kegiatan press conference yang diadakan di Kawasan Batakan, Balikpapan pada (22/12).


Lebih lanjut, Azhari menambahkan tidak hanya setoran pajak migas yang melampaui penerimaan negara. Kontribusi hulu migas dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP) melalui hasil pengelolaan minyak dan gas juga melampaui target 2021.


 “Target penerimaan negara pada APBN 2021 ditetapkan sebesar US$ 7,28 miliar. Sampai November 2021, penerimaan negara dari industri hulu migas sudah mencapai US$ 12,55 miliar atau setara dengan Rp 182 triliun dan mencapai 172% dari target Pemerintah. Prognosa kami, sampai akhir tahun 2021 penerimaan negara dari sektor hulu migas akan mencapai sekitar US$ 13,92 miliar atau setara dengan Rp 202 triliun,” inbuh Azhari.


“Momentum pemulihan ekonomi dunia dengan konsumsi energi yang semakin pulih mendekati sebelum pandemi, menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja industri hulu migas. Kami berharap Pemerintah dapat mendukung melalui berbagai kebijakan, termasuk kebijakan insentif, agar lapangan migas yang sebelumnya tidak ekonomi menjadi lebih ekonomis”, kata Azhari.


Adapun hingga November 2021 kinerja lifting minyak mencapai 657 ribu barel minyak per hari (BOPD) atau 93,2% dari target sebesar 705 ribu BOPD. Sementara lifting gas mencapai 5.492 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 97,4% dari target 5.638 MMSCFD. “Outlook akhir tahun kami proyeksikan sebesar 660 ribu BOPD atau 93,6% untuk minyak dan 5.505 MMSCFD atau sebesar 97,5% untuk gas.


Sedangkan untuk capaian lain, Azhari menyebutkan penerimaan negara sudah mencapai USD 12,55 miliar setara Rp 182 triliun atau 172% dari target USD 7,28 milar, cost recovery sebesar USD 6,55 miliar, serta Reserve Replacement Ratio mencapai 102,3% dari target.


“Untuk penerimaan negara, meskipun mengalami tantangan Covid-19 outbreak yang terjadi pada Semester-I 2021, kami bersyukur harga minyak dunia berangsur naik sehingga pada akhir 2021 dapat kami proyeksikan penerimaan negara akan mencapai USD 13,92 miliar setara Rp. 202 triliun atau hampir dua kali lipat dari target APBN,” terang Azhari.


Pemerintah sendiri telah menetapkan target lifting untuk tahun 2022 sebesar 703 ribu BOPD dan 5.800 MMSCFD. Dalam menghadapi target tersebut, Dwi mengatakan meskipun entry point tahun 2022 hanya berkisar 660 ribu BOPD, pihaknya tetap optimis dapat mencapai target asalkan para pekerja SKK Migas dapat melakukan langkah-langkah yang tidak biasa. 


“Oleh karena itu kepada seluruh pekerja SKK Migas, saya menekankan agar proses mana yang bisa dipercepat agar dipercepat. Kita tidak lagi bisa menjalankan business as usual,” tegasnya.


Kegiatan silaturahim akhir tahun dengan para insan pers kota Balikpapan ini dihadiri langsung oleh para pejabat di lingkungan SKK Migas Kalsul seperti Kepala SKK MIgas Kalsul  Azhari Idris, Kepala Departemen Operaasi SKK Migas Kalsul Roy Widhiarta, Kepala Departemen Humas SKK Migas Kalsul Wisnu Wardana. (are)


×
Berita Terbaru Update