-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Sesama Mahasiswa Aktivis Papua Bentrok dengan Ormas saat Demo di Denpasar

Rabu, 01 Desember 2021 | Desember 01, 2021 WIB Last Updated 2021-12-01T13:00:04Z


Denpasar (kabar-nusantara.com) - Bentrokan terjadi saat Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Bali, bersama Front Rakyat Indonesia untuk west Papua akan melakukan aksi demo di Denpasar, Mereka bentrok dengan massa Ormas Patriot Garuda Nusantara (PGN). Dilansir dari laman CNNindonesia.com, Rabu (1/12/2021)

 

Mulanya, bentrokan terjadi saat AMP Bali dan Front Rakyat Indonesia untuk west Papua akan menggelar demo dalam rangka 60 tahun deklarasi kemerdekaan Papua di depan kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat.


Dalam perjalanan menuju titik aksi, bentrokan pecah. Tepatnya di Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar, Bali, sekitar pukul 09.00 Wita. Kedua pihak saling melempar batu dan benda lain.

"Mereka, saling lempar batu dan langsung kami suruh bubar," kata Kabag Ops Polresta Denpasar, Kompol I Made Uder saat dihubungi.

 

Dia menerangkan bahwa pemicu bentrokan karena kedua massa saling mengejek saat berjumpa.  Kepolisian yang tengah mengamankan lokasi pun ikut terkena imbas dari bentrokan massa.

"Saling ejek itu, yang Papua menjelekkan Indonesia, seperti bilang Indonesia penjahat dan sebagainya. Dia (PGN) kan pembelanya sehingga merasa dijelekkan," kata Kompol I Made Under.

"Saya tetap menjaga di tengah-tengah, saya sampai tiga kali kena batu," sambungnya.


Kepolisian belum melakukan penangkapan terkait aksi bentrok tersebut. Sejauh ini masih dilakukan penelusuran. Namun, tak menutup kemungkinan proses hukum dilakukan.

"Kalau ada yang perlu dipanggil iya kita panggil. Nanti ada jalur hukumnya, memang kami coba lindungi betul jangan sampai bentrok, antisipasi kita jelas di lapangan, sebagai pelindung," ujarnya.


Koordinator Aksi AMP Bali, Yesaya mengatakan pihaknya berencana menggelar aksi damai dengan 25 aktivis. Namun, dia mengklaim dihadang saat menuju lokasi aksi.

"Kami, bilang karena ini Ormas PGN, jadi mereka menghadang, ormas ini dari pihak Kepolisian mereka tidak mengamankan, dibiarkan bentrokan dengan mahasiswa yang sedang aksi," kata Yesaya.


"Kami bilang ke polisi, untuk mengamankan karena masih dalam perjalanan ke titik aksi, kami ingin lanjutkan secara damai, tetapi masih dihadang terus oleh ormas itu, tapi kami kesal dengan kepolisian yang membiarkan ormas menghadang kami tadi," tambahnya.

 

Dia mengatakan ada 11 orang yang terluka akibat lemparan batu dan botol air. Ada pula yang terluka parah akibat dipukul dengan kayu.



Baca artikel CNN Indonesia "Aktivis Papua Bentrok dengan Ormas saat Demo di Denpasar" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20211201131901-20-728422/aktivis-papua-bentrok-dengan-ormas-saat-demo-di-denpasar.

×
Berita Terbaru Update