-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

5 Fakta Kasus 'N', Pasien Pertama Omicron di Indonesia

Sabtu, 18 Desember 2021 | Desember 18, 2021 WIB Last Updated 2021-12-18T01:29:20Z


 

Jakarta (kabar-nusantara.com) - Varian Omicron baru saja terdeteksi di Indonesia, hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI  Budi Gunadi Sadikin/ Kasus pasien pertama Omicron di Indonesia adalah pekerja pembersih di RS Wisma Atlet berinisial N. Awalnya kasus ini ditemukan saat para pekerja pembersih melakukan pemeriksaan tes PCR rutin, terdeteksi positif COVID-19 pada 8 Desember 2021. Dilansir dari laman detik.com  (17/12/2021).



Sampel dari ketiga pekerja tersebut dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) pada 10 Desember lalu hasil keluar pada 15 Desember yang menunjukkan satu orang di antaranya menjadi pasien pertama Omicron di Indonesia.


1. Menginfeksi satu orang pekerja di antara tiga orang positif - Budi mengungkapkan ada tiga pembersih RS Wisma Atlet yang positif COVID-19 namun, hanya satu orang yang terinfeksi varian Omicron.


"Ada tiga orang pekerja pembersih, tanggal 8 Desember PCR positif, tanggal 10 sampel dikirim ke Litbangkes untuk genome sequencing, tanggal 15 keluar. Dari tiga orang, satu adalah Omicron, dua bukan," kata Menkes Budi dalam konferensi pers Kamis (16/12/2021).


2. Tidak ada gejala - Diketahui bahwa pekerja tersebut tidak mengalami gejala apapun dan tidak ada riwayat ke luar negeri. Menkes menyebutkan temuan baru varian Omicron di Indonesia ini diduga karena tertular dari pasien. Setelah pengambilan sampel diuji, ketiga pekerja tersebut di tes PCR kembali dan menunjukkan hasil negatif.


"Orang ini tanpa gejala dan mereka masih sehat, tidak ada batuk, tidak ada demam. Mereka bertiga sudah di tes PCR kembali. Tes PCR-nya sudah negatif," ungkap Menkes tersebut.


3. Ada 5 orang probable Omicron - Selain ditemukan satu kasus pasien pertama Omicron di Indonesia, Menkes kembali mengumumkan 5 dugaan orang yang terpapar Omicron. Di mana dua di antaranya merupakan WNI yang baru saja kembali dari Amerika dan Inggris. Tiga orang lainnya adalah WNA dari Tiongkok yang berkunjung ke Manado.


Lima orang ini masih probable karena baru di tes PCR dengan marker khusus dan sampel PCR nya menunjukkan positif dari 5 kasus probable ini dan sudah dikirimkan ke Balitbangkes, sedang kita run test genome sequencing-nya," jelas Budi melalui video detikhealth pada Kamis (16/12/2021).


"Diharapkan dalam 3 hari kedepan kita sudah bisa mengkonfirmasi apakah benar ini Omicron atau tidak," tutup Budi.


4. Lima orang probable Omicron sedang dikarantina - Budi juga menyebutkan dua orang tersebut sudah dikarantina di Wisma Atlet dan tiga orang lainnya dikarantina di Manado.



"Dua kasus WNI yang baru kembali Amerika Serikat dan Inggris. Kedua WNI ini sekarang sedang diisolasi di Wisma Atlet. Tiga kasus probable lainnya adalah Warga Negara Asing dari Tiongkok yang datang ke Manado, sekarang diisolasi dikarantina di Manado," ujar Menkes.


5. Wisma Atlet lockdown 7 hari - Usai ditemukan satu pasien pertama Omicron di Indonesia, RSDC Wisma Atlet Kemayoran di-lockdown 7 hari. Adapun karantina untuk pekerja migran Indonesia dipindah ke dua tempat.


"Untuk PMI yang datang dari LN bisa dikarantina di Tower 7 RSDC Wisma Atlet. Apabila sudah penuh, yang datang kemudian dikarantina di Rusun Nagrak Cilincing," kata Kepala BNPB, Letjen Suharyanto, kepada detikcom, Jumat (17/12/2021).




Baca artikel detikHealth, "5 Fakta Kasus 'N', Pasien Pertama Omicron di Indonesia" selengkapnya 
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5860117/5-fakta-kasus-n-pasien-pertama-omicron-di-indonesia.


 Ingin Jadi Wartawan/Penulis Klik Di Sini 

×
Berita Terbaru Update