-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pembagian Dana BLT Kampung Tapiri Tuai Keributan Warga.

Rabu, 10 November 2021 | November 10, 2021 WIB Last Updated 2021-11-10T13:38:55Z


Teminabuan (kabar-nusantara.com) - Warga masyarakat kampung Tapiri distrik Teminabuan merasa Pemerintah Kampung Tapiri tak berlaku adil  membela haknya, mereka kehadiran seorang Babinsa.


Saat ditemui wartawan seorang dari kelompok keributan menyampaikan,  "kami sebagai warga kampung yang juga orang kecil yang lahir besar dikampung Tapiri merasa bingung kenapa kami tidak menerima dana BLT.(bantuan langsung tunai).



"Adapun klasifikasi  seorang bendahara  kampung yang sering disapa Ibu Sardiana yang sudah lama kurang lebih 15 Tahun menjabat sebagai bendahara kampung  Tapiri distrik Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan Sadriana menyempaikan bahwa dari kampung sudah memperjuangkan haknya mereka namun dinas yang bersangkutan dalam hal ini dinas kependudukan  tidak bisa memberikan kartu keluarga.(KK).


Alasanya bagi seseorang, berhak diberikan kartu keluarga  apa bila perkawinan suami dan istri sudah dikukukan lewat pernikahan agama baik pernikahan sipil, hal inilah yang menjadi kendala yang artinya Warganya belum paham, yang dijadikan masalah oleh warga hingga menimbulkan keributan dikampung Tapiri,adapun perencanaan yang sudah dimuat dalam satu putusan musyawara kampung / muskam telah memutuskan dana BLT akan dibagikan kepada Warga masyarakat yang memiliki kartu keluarga.


Adapun kesepakatan rapat bersama dikantor kampung tapiri,agar dana tersebut dibagikan kepara mereka yang belum memiliki kartu keluarga agar mendapatkan Dana tersebut akan dibagikan sesuai satu triwulan. 3(bulang). sekali dalam bentuk kegiatan pembersihan Kampung  dibullang Desember  mendatang,saat di Wawancara terkait sumber dana BLT bersemuber dari dana apa; kata dia Sadriana uang BLT bersemuber dari dana APBN.teminabuan kampung tapiri.10/11/2021.


"Saat keributan warga kampung Tapiri seorang Babinsa  prajurit kepala.M Sarif Semarang yang bertugas dikedua kampung Wersar dan Tapiri kaget  saat dihubungi melalui telepon salulernya bahwa dikampung Tapiri sedang ada keributan  sebagai Babinsa yang artinya.(badang bina desa). dengan cepat melangka kekantor kampung          setelah sampai disana kelompok yang membuat keributan hendak pergi.


Acara pembagian uang dana BLT kepada warga yang berhak menerima dana tersebut  bejalan dengan baik  Prajurit.M Sarif Samarang merasa pembagian BLT kali ini tidak ada undangan sebagai surat pemberitahuan  ,atua penyampean secara lisang oleh semua perangkat desa dari kampung tarpiri kepadanya ,tidak sama dengan pembagian dana BLT yang sebelumnya saya sering dikomfirmasi. 


Maksud dan Tujuan melibatkan seorang Babinsa  hadir ditengah  tengah masyakat  untuk saling menjaga agar terhindar dari hal-hal tak diinginkan bersama Kata dia . prajurit Samarang.

(KoNjOL PUTRAH qhololin).

×
Berita Terbaru Update