-->

Notification

×

Iklan

Iklan searcher

Iklan

Ketimpangan Vaksin Negara Kaya dan Miskin Disorot Jokowi di KTT ASEM

Sabtu, 27 November 2021 | November 27, 2021 WIB Last Updated 2021-11-28T03:58:55Z

 



Jakarta, (kabar-nusantara.com) .- Dalam KTT ASEM Presiden RI Joko Widodo menyoroti ketimpangan vaksinasi Covid-19 antara negara kaya dan negara miskin. Dari 7,6 miliar dosis vaksin yang sudah disuntikkan di seluruh dunia, mayoritas berada di negara kaya. Dilansir dari laman cnnindonesia.com, Jumat (26/11/2021)


Sebanyak 64,99 persen populasi negara kaya telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, sementara di negara miskin baru 6,48 persen," kata Jokowi dalam pidato di Konferensi Tinggi Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor.


Selain itu, Jokowi juga menyoroti lebih dari 100 juta dosis vaksin di negara G7 tidak terpakai dan kadaluwarsa. Di saat yang sama, hampir 80 negara tidak mencapai target vaksinasi 40 persen populasi di akhir tahun 2021.

 

Jokowi pun mengajak seluruh pemimpin negara di dunia untuk bekerja sama mencapai target vaksinasi WHO dengan sekam dose-sharing atau berbagi dosis vaksin.

"Saya mengajak semua mengubah situasi ini. Target vaksinasi WHO harus dicapai semua negara. Untuk itu, dose-sharing harus digalakkan, produksi vaksin dinaikkan, dan kapasitas penyerapan negara penerima vaksin ditingkatkan," kata Jokowi.



Dalam jangka panjang Jokowi mengajak para pemimpin ASEM untuk terus memperkuat tata kelola dan arsitektur kesehatan global. Ini akan menjadi salah satu agenda utama dalam Presidensi Indonesia di G-20.


Baca artikel CNN Indonesia "Jokowi Soroti Ketimpangan Vaksin Negara Kaya dan Miskin di KTT ASEM" selengkapnya di sini:
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20211126220547-106-726691/jokowi-soroti-ketimpangan-vaksin-negara-kaya-dan-miskin-di-ktt-asem.

×
Berita Terbaru Update