-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Antisipasi dampak LA NINA di Indonesia

Sabtu, 13 November 2021 | November 13, 2021 WIB Last Updated 2021-11-13T11:26:21Z


Sejak awal bulan November ini kita disambut dengan pergantian musim, dari musim kemarau ke musim hujan yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di sebagian daerah di Indonesia.Berdasar pada hasil kajian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) hal ini dipengaruhi oleh La Nina yaitu fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin sehingga menyebabkan curah hujan yang  tinggi.

 

La Nina terjadi ketika suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan dibawah suhu normal dan ada hembusan air hangat permukaan laut dari Amerika Selatan ke arah barat menuju Indonesia, mengakibatkan proses penghangatan perairan Indonesia mendorong pembentukan awan yang berlebih sehingga mengakibatkan curah hujan yang tinggi di sebagian wilayah Indonesia.

 


Tahun ini aktivitas La Nina terjadi bersamaan dengan MJO ( Madden Julian Oscillation ) atau penjalaran gelombang atmosfer ekuator dari barat ke timur sehingga akan terjadi penguatan curah hujan di fase awal La Nina ( November – Februari ).Potensi akibat La Nina dan NJO adalah bencana alam Hidrometeorologi yang berupa hujan lebat disertai petir,banjir,banjir bandhang,angin kencang,puting beliung, tanah longsor dan lainnya.

 

Wilayah- wilayah yang perlu diwaspadai di Indonesia adalah, Sumatera bagian selatan,Jawa,Bali,NTB,NTT,Kalimantan bagian selatan dan Sulawesi bagian selatan.

 

Kesiapsiagaan dan antisipasi kebencanaan telah dilakukan pemerintah dengan melakukan langkah langkah sinergitas lintas sektor,dengan melakukan :

1.      Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan segera mengosongkan 205 bendungan yang mempunyai volume tampung 4,7 miliar kubik untuk mengantisipasi lonjakan volume air.

2.      Departemen dan instansi yang terkait ( Departemen Kehutanan,perhubungan,pertanian,perhubungan,sosial,BNPB,TNI,Polri dan lainnya ) diminta untuk melakukan dan mulai menyiapkan langkah antisipasi.

3.      Pemerintah daerah diharapkan mengambil langkah siaga dan mitigasi potensi bencana hidrometeorologi dampak La Nina di wilayahnya masing- masing.

 


Selain itu juga pemerintah menghimbau agar masyarakat waspada bencana alam dan dampaknya,meminimalkan alih fungsi lahan,penghentian penebangan liar ,pemberian info cuaca yang tepat kepada masyarakat, pemerintahan daerah dan kementerian serta antisipasi pencegahan klaster Covid-19,di pengungsian dengan menerapkan protokol kesehatan.

 

Sumber:@infobmkg

 

×
Berita Terbaru Update