-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bendungan Logung dan Manfaatnya Bagi Warga Masyarakat Kudus

Senin, 18 Oktober 2021 | Oktober 18, 2021 WIB Last Updated 2021-10-18T04:21:53Z


 Kudus (kabar-nusantara.com) - Dirjen SDA Kementerian PUPR oada saat itu, Hari Suprayogi menyatakan, Bendungan Logung adalah sebuah bendungan yang dibangun di perbatasan Desa. Kandangmas Kec. Dawe dan Desa Tanjungrejo Kec. Jekulo, keduanya berada di wilayah Kab. Kudus. Bendungan ini berfungsi untuk mengurangi debit sungai Logung yang bermuara di sungai Juana, sehingga luapan air yang mengakibatkan banjir dapat berkurang. Dikutip dari laman antaranews.com (18/12/18)


Selain itu juga digunakan untuk irigasi lahan pertanian seluas 5.296 Ha terdiri dari irigasi eksisting 2.021 Ha dan irigasi yang akan dikembangkan 2.491 Ha.  yang memungkinkan kegiatan pertanian dilakukan sepanjang tahun


Air Bendungan juga digunakan sebagai bahan baku air minum bagi masyarakat di Kabupaten Kudus dengan kapasitas rata-rata 200 liter per detik. Dimanfaatkan juga sebagai pembangkit listrik tenaga mikro hidro sebesar 0,5 MW.



Manfaat lainnya yang tidak kalah penting adalah sebagai sarana pariwisata yang kedepannya akan dibangun  obyek wisata di sekeliling waduk dengan anggaran sebesar 21 Milyar, didukung dengan keindahan panorama pegunungan Muria yang indah dan sejuk dengan memperhatikan prinsip hidrology dan konservasi dari hulu ke hilir dengan menjaga area hutan dan pepohonan serta membatasi akses bagi wisatawan untuk alasan keamanan dan konservasi.


Kehadiran bendungan memberikan lahan dan ruang baru bagi masyarakat sekitar untuk melakukan aktifitas perikanan darat, tapi perlu diketahui masyarakat dilarang menggunakan keramba untuk budi daya perikanan di bendungan, guna menjaga kualitas air namun aktivitas perikanan tangkap seperti menjala, memancing, dan lainnya diperbolehkan, sebagai bentuk  pengembangan dan penguatan ekonomi kerakyatan.


Bendungan terletak pada 6 °45’30.5°S,110°55’19”E, memiliki tinggi 39 m dari dasar sungai dan panjang puncak 350 meter. dengan kapasitas air 20,15 juta meter kubik dengan efektivitas sebesar 13,72 juta meter kubik. Proses pengisian air dimulai pada tgl 18 Desember 2018, dengan mengandalkan aliran utama dua sungai yaitu sungai Gajah dan Sungai Logung kemudian mulai melimpas pada 28 Maret 2019. Dikutip dari Antara News (18/12/18)


Bupati Kudus kala itu HM.Tamzil menyatakan, “Bendungan ini sudah lama menjadi impian masyarakat Kudus pak Dirjen,jadi kalau tidak salah sudah digagas pada tahun 1971 sudah diomong omong sama warga,tapi belum ada tindak lanjut," katanya.


Lebih lanjut HM Tamzil mengatakan, sekitar tahun 2002 rencana pembangunan bendungan dibicarakan secara serius, sebagai langkah baru untuk membuat perubahan di daerah yang sering mengalami bencana banjir pada saat musim penghujan dan kekeringan pada saat musim kemarau karena ketiadaan tempat penampungan air. 


Sementara itu H. Amin Munajat selaku Bupati Kudus seblomnya kala itu bersemangat untuk merealisasikan impian itu. Selanjutnya HM Tamzil  sebagai Bupati terpilih yang baru pada tahun 2003 melanjutkannya dengan membuat amdal bersama Balai Besar Wilayah Sungai, Ditjen SDA.


Kemudian amanah pembangunan bendungan dilanjutkan oleh Bupati Kudus periode 2013- 20018 H. Mustopha dengan melaksanakan pembebasan lahan selama 10 tahun, hingga dimulainya pembangunan fisik bendungan pada tahun 2015 dengan nilai proyek sebesar Rp 620 milyar bersumber dari APBN yang dikerjakan oleh dua kontraktor utama yaitu PT.Wijaya Karya dan PT.Nindiya Karya, hingga selesai pada tahun 2018 serta siap beroprasi yang ditandai dengan penutupan saluran pengelak pada selasa tgl 18/12/21.


Menurut pantauan awak media kabar-nusantara.com, mayoritas masyarakat Kudus bekerja dalam bidang pertanian dan industri sehingga sangat membutuhkan ketersediaan air untuk keperluan pertanian dan menunjang industri maupun air baku untuk air minum, sementara disaat musim kemarau sering mengalami kekeringan dan pada musim penghujan terjadi banjir akibat meluapnya sungai-sungai di pegunungan Muria.


Maka dari itu dengan adanya bendungan diharapkan dapat mengurangi banjir, dan sebagai bahan utama irigasi dan sumber air baku industri maupun air minum serta manfaat-manfaat lainnya. (Ali Solkhan)


×
Berita Terbaru Update