-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bara JP Beri Pelatihan Pekerjaan Terimbas Pandemi

Rabu, 20 Oktober 2021 | Oktober 20, 2021 WIB Last Updated 2021-10-20T13:54:43Z

 


Baturaden (kabar-nusantara.com) - Sebanyak 22 orang mantan pekerja yang terimbas Pandemi Covid-19 mengikuti pelatihan 'Barista' kopi, pekan lalu bertempat di warung Belot Baturaden, Senin (18/10)


Pelatihan peracik kopi menjadi salah satu solusi bagi mantan pekerja yang terimbas pandemi, setelah diberhentikan dari pekerjaannya. Bara JP (Barisan Relawan Jalan Perubahan), salah satu organisasi pemenangan pemilu 2019 lalu, berinisiatif menciptakan peluang kerja baru yang lebih produktif.


Ketua Bara JP DPC Jawa Tengah, Sony Bharata menyampaikan, organisasinya berusaha untuk mendukung program Pemerintah Presiden Ir. H. Joko Widodo hingga akhir periode. Adanya pandemi yang melanda bangsa Indonesia sangatlah berimbas kepada kehidupan masyarakat, terutama masyarakat kecil.

"Hanya dengan inilah Bara JP membantu masyarakat yang hilang pekerjaannya. Kita kasih pelatihan sehingga mereka bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi," paparnya.


Selain memberikan solusi produktif Bara JP juga bekerjasama dengan petani kopi di Kabupaten Banyumas yang tergabung dalam Koperasi Petani Kopi Gunung Slamet. Jadi Bara JP bekerja sama dengan sejumlah petani kopi di kaki Gunung Slamet dengan menampung hasil panen kopi petani. Panenan kopi tersebut diolah hingga pengemasan, kemudian dijual.


Edy Bonsay, salah seorang Barista Kopi menjelaskan, hasil pelatihan ini diharapkan peserta bisa mengikuti proses tahapan peracikan biji kopi menjadi segelas kopi bercita rasa nikmat. Ia kembali menjelaskan, peracikan kopi tidak rumit, tapi membutuhkan ketelitian dan kecermatan.

"Paling penting peracikan kopi yakni pemilihan jenis kopi, rosting, dan cara penyeduhannya pas," terang kang Edy yang sudah 8 tahun menjadi barista kopi, sekaligus pemilik Warung Kopi Belot.


Salah satu peserta pelatihan, Yeni menceritakan, dirinya bersama suami sangat terpukul, harus rela diberhentikan dari pekerjaannya. Akibatnya pun hampir 8 bulan keluarganya mengalami kesulitan ekonomi.

"Imbas Covid-19 benar-benar membuat keuangan keluarga saya morat marit. Pemasukan gak ada, pengeluaran harian jalan terus," keluhnya. Ia yakin akan menekuni usaha baru sebagai Barista Kopi. (Dwi Kurnia Budi)

×
Berita Terbaru Update