-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Banyumas Jadi Sentra Produk Eco Printing

Jumat, 22 Oktober 2021 | Oktober 22, 2021 WIB Last Updated 2021-10-21T18:11:10Z

 


Purwokerto (kabar-nusantara.com) - Trend fashion menggunakan teknik 'eco printing' makin banyak mendapatkan perhatian di dunia. Teknik motif yang menggunakan bahan seluruhnya dari alam dituangkan pada kain makin viral di pasar dalam dan luar negeri, diminati para penikmat fashion.


Melalui Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas, Pemda Banyumas merintis pengembangkan kegiatan ekonomi kreatif seperti Eco Printing. Dan telah  menjadi kegiatan program kerja unggulan Pemda Banyumas tahun 2021.


Ketua Tim Penggerak PKK Banyumas, Erna Ahmad Husain, mengungkapkan akan membantu Pemerintah Kabupaten Banyumas mewujudkan kegiatan ekonomi kreatif yakni eco printing sebagai sentra di Jawa Tengah.

"Produk eco printing sangat disukai didunia, terutama di Eropa. Kita ingin orang banyak tahu menyebut produk eco printing ya adanya di Banyumas", harap sang istri dari Bupati Banyumas.



Ia menambahkan, pembuatan motif eco printing ini, sangat mudah dilakukan dan bisa dilakukan di rumah masing-masing. Selain digunakan untuk bahan pembuatan busana, bisa dikembangkan lagi menjadi produk seperti, sepatu, payung, sajadah, korden dan produk lain lagi.

"Bahan ada disekitar rumah, tinnggal ambil dan membuat. Setelah jadi, dijual. Bisa jadi pemasukan tambahan bagi ibu rumah tangga, bisa juga meningkatkan perekonomian keluarga," ujarnya saat pelatihan eco printing,  Kamis (21/10) di Pendopo Kabupaten Banyumas.


Salah satu pelaku usaha produk kain eco printing, Rine Mahardian menjelaskan untuk busana dari motif eco printing saat ini menjadi trend dan peluang pemasaran ke luar negeri sangat terbuka lebar.


"Kami sangat menyambut baik yang disampaikan Ibu Erna Ahmad Husen untuk menjadikan Banyumas menjadi sentra kerajinan eco printing di Jawa Tengah, bahkan di Indonesia," tuturnya.

Ia menambahkan, bahan untuk eco printing semua ada beraneka ragam terutama dari daun, batang bahkan buah atau bunganya yang banyak tumbuh di kaki gunung Slamet.  (Dwi Kurnia Budi)


×
Berita Terbaru Update