-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Petani Lada Harapkan Pemerintah Atasi Fluktuasi Harga Lada

Jumat, 03 September 2021 | September 03, 2021 WIB Last Updated 2021-09-03T12:24:33Z

Lampung Timur (kabar-nusantara.com) - Apriwan petani Lada di Desa Sumur Bandung, Kec. Way Jepara, Kab. Lampung Timur. Dengan kondisi yang ada ia meminta perhatian pemerintah agar Kabupaten Lampung Timur sebagai sentra petani lada mampu menjaga harga di pasaran tetap stabil, sehingga menambah minat petani untuk melestarikan tanaman lada.

Satu-satunya harapgan petani lada adalah campur tangan Pemerintah melalui kebijakan stabilisasi harga. Akibat kebanyakan para petani lada tidak paham dengan mekanisme pasar.

"Karena tanaman lada itu sudah menjadi simbol di bumi Lampung ini, semoga saja Pemerintah mampu menjaga harga tetap stabil, supaya petani lainya kembali melestarikan tanaman lada supaya tidak punah," ujarnya, Kamis, (02/09/21).


Dia mengatakan, setiap tahun hasil panen selalu mengalami peningkatan, namun jika tidak di perhatikan Pemerintah, para petani lada akan melemah, "kami setiap tahun selalu ada peningkatan, tapi kalau tidak diperhatikan pemerintah ya otomatis petani ini melemah, tidak ada semangatnya," terangnya.


Ia juga menyebutkan harga lada saat ini berkisar Rp50.000 sampai Rp52.000, di harga tersebut menurutnya sudah cukup membawa angin segar bagi  petani lada lainya. Diketahuinya, dimana sebelumnya harga lada mengalami penurunan yakni berkisar Rp30.000 sampai Rp40.000.

"Harga Lada diangka Rp 50.000 sudah cukup buat saya dan juga kawan-kawan petani lada lainya, daripada kemarin harganya sempat diangka Rp 30.000 sampai Rp 40.000 saja," sambungnya.


Lebih lanjut, ia mengatakan jika harga Lada kering dibawah Rp 50.000 menurutnya tidak sesuai dengan biaya perawatan. "Kalau harga Lada turun dibawah Rp 50.000, itu sudah tak sesuai dengan ongkos perawatan," terangnya. (Hadi Z)

×
Berita Terbaru Update