-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Warga Talang Gabus Resah, Minta Cabut Izin Angkutan Batu Bara.

Kamis, 16 September 2021 | September 16, 2021 WIB Last Updated 2021-09-16T15:55:30Z

 


Muara Enim (kabar-nusantara.com) - Tumpahan batu bara  menyebar dan menutup seluruh permukaan jalan umum (aspal),  mengganggu pengguna jalan lainnya, hal ini terjadi  di jalan Raya Batu Raja tepatnya di RT.02/RW. 02  Talang Gabus, Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Kamis  (16/09/21).


A'ang, warga RT. 02 Talang Gabus, saat ditemui wartawan menuturkan, keadaan seperti ini berdampak  penderitaan pada rakyat kecil seperti kami,  debu berterbangan dimana-mana, lebih parah lagi  keadaan  ini sudah berlangsung lama, tiap hari kami menghirup debu, dan kebisingan serta resiko kecelakaan akibat mobil-mobil besar dengan muatan  diatas 30 ton berlalu lalang tiap malam.

"Kami ini cuma dapat debunya, tapi merekalah yang dapat untungnya, sehari mungkin sepuluh kali kami  membersihkan lantai, tapi tetap berdebu, stoplah pak kendaraan batu bara  itu, kalu dak ado solusinyo, kita nak ngadoke aksi penyetopan," katanya. 


Sementara itu Lurah Pasar Tanjung Enim, Najibburahman, SE, MM, Berharap, perusahaan pengangkut batu bara ini bertanggung jawab, jangan asal pergi meninggalkan tumpukan batu bara ditengah jalan, sehingga menyebabkan keresahan masyarakat, " tuturnya. 


Senada dengannya, Aidil Koster, selaku ketua RW. 02 Talang Gabus mengatakan, sudah selayaknya Pemerintah mencabut izin kendaraan Batubara/dispensasi No. 351.2/415/5/2018 yang dikeluarkan oleh Kadishub Prov. Sum-Sel. Mengingat izin kendaraan Batu bara melintas dijalan umum, telah melanggar ketentuan, sesuai amanah undang- undang  kendaraan pengangkut Batu bara harus melewati jalan khusus.

"Mohon kepada pihak yang terkait untuk dapat mencarikan solusi,  warga resah dengan keberadaan angkutan Batu bara ini,"  pungkasnya.


Sementara itu, Bripka Salman, BKO Satlantas Lawang Kidul, saat ditanya awak media, menyatakan,  "sementara ini kami belum tahu Batu bara milik siapa, tapi  karena tumpahan ini membahayakan pengguna jalan, kita minta bantuan kepada pengusaha PT. HPJ, (Apri) yang punya alat berat (wildloader) serta satu unit mobil tank air, agar pengerjaan lebih cepat.


Menurut pantauan wartawan, sampai saat ini belum ada pihak pemilik kendaraan atau pemilik  barang  datang kelokasi untuk bertanggung jawab.  (ak)


×
Berita Terbaru Update