-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Fokus Vaksinasi Pelajar, BIN Targetkan 5.000 Dosis Untuk Pelajar di Berau

Rabu, 22 September 2021 | September 22, 2021 WIB Last Updated 2021-09-22T13:09:51Z



TANJUNG REDEB (kabar-nusantara.com) -  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Berau, Iswahyudi, mengatakan saat ini salah satu target vaksinasi secara merata yakni pelajar.  Akan tetapi terbatasnya kuota vaksin untuk Kabupaten Berau sehingga vaksinasi  untuk pelajar belum merata.

Pemerataan vaksinasi bagi pelajar di Kabupaten Berau terus diupayakan. Selain melalui Dinas Kesehatan, dosis vaksin bagi pelajar juga datang dari berbagai pihak. Salah satunya Badan Intelijen Negara (BIN) yang menyiapkan 5.000 dosis vaksin khusus untuk pelajar.

“Tapi saat ini kami masih menunggu vaksin dari BIN yang memang difokuskan untuk pelajar,” katanya,  (19/9/ 2021)


Iswahyudi menyebutkan, BIN menargetkan 5.000 dosis untuk vaksin pelajar di Kabupaten Berau. Jika tidak ada perubahan, vaksinasi pelajar dari BIN dilaksanakan September ini. “Itu yang kita kejar. Jika dosis dari BIN masuk, kami tentu sangat terbantu,” katanya..


Lebih lanjut Iswahyudi mengatakan, pihak Polres Berau sebetulnya sudah mengambil inisiatif melaksanakan vaksinasi untuk sejumlah pelajar dari beberapa Sekolah. Hal itu disebutnya sangat membantu pihaknya. Sebenarnya Polri memiliki kuota vaksin sendiri yang menyasar masyarakat. termasuk para pelajar.


Menurut Iswahyudi, meski ada bantuan jatah vaksin dari berbagai pihak, namun pihaknya juga tetap mengupayakan agar para pelajar bisa divaksin secepatnya. Mengingat syarat kegiatan pembelajaran tatap muka yakni vaksinasi bagi pelajar dan tenaga pengajar. 

“Kami juga akan melihat stok vaksin kami. Kalau memungkinkan, secara bertahap akan kami lakukan vaksinasi untuk pelajar,” katanya.


Selain itu, jika target sasaran vaksinasi terhadap masyarakat berisiko tinggi di Puskesmas selesai, pelayanan vaksinasi di seluruh Puskesmas bisa difokuskan untuk para pelajar. Dia juga akan serahkan ke setiap Puskesmas agar melayani vaksin untuk pelajar.


Sebelumnya, Iswahyudi menyampaikan bahwa selain jatah vaksin dari BIN, pihaknya juga akan mendapat distribusi vaksin dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, yang diperuntukkan para pelajar.

“Jadi akan sangat membantu jika kuota vaksin dari BIN maupun PP Muhammadiyah khusus untuk anak sekolah sudah tiba di Berau, “ jelasnya.

   

Diketahui, vaksinasi pelajar erat hubungannya dengan pelaksanaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Karena itu, Pemkab Berau melaksanakan program vaksinasi Covid-19 bagi pelajar berusia 12-17 tahun. Rencananya akan menyasar pelajar SMP dan SMA se-Kabupaten Berau.


Terlebih Bupati Berau Sri Juniarsih enggan  mengambil sikap soal pelaksanaan PTM sebelum vaksinasi bagi pelajar dan tenaga pengajar merata. “Kasus covid-19 sudah mulai menurun, tetapi kita jangan merasa puas dan gegabah dalam mengambil suatu tindakan," tegas Bupati Berau.


Mengenai kepastian pelaksanaan PTM ini, dirinya perlu mengkoordinasikan dulu bersama Forum Koordinasi Perangkat Daerah (Forkopimda) untuk mengambil langkah dan upaya-upaya untuk melaksanakan PTM.  Jika memang memungkinkan PTM dilaksanakan, maka akan dilakukan. Karena disadari juga sudah terlalu lama para pelajar ini belajar dengan tatap layar. 


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Berau  saat di konfirmasi, memberi sinyal merestui  Sekolah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Khususnya jenjang yang memang menjadi tanggung jawab Pemkab Berau. "Untuk mendapatkan izin, pihak Sekolah harus membuat permohonan lebih dulu melalui Kepala Bidang masing-masing," kata  Kepala Dinas Pendidikan, Murjani.


Namun memang untuk pelaksanaannya dilakukan dengan beberapa syarat. Dijelaskan Murjani, ada 7 aturan yang dimaksud. Yakni harus memiliki Surat Keputusan (SK) Satgas Covid-19 Tingkat Sekolah, menyerahkan data pendidik dan tenaga kependidikan yang telah divaksin Covid-19, daftar ceklist kelengkapan protokol kesehatan, surat kerja sama sekolah dengan puskesmas terdekat.


Selain itu, pihak sekolah juga diwajibkan mengumpulkan data pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik yang mempunyai Komorbid (Penyakit penyerta), mendapatkan persetujuan komite sekolah untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas, dan jadwal PTM Terbatas sesuai dengan kondisi pandemi.

“Apabila sudah diverifikasi oleh Dinas Pendidikan dan dinyatakan layak, maka Satuan Pendidikan dapat melaksanakan PTM. Tahapan pelaksanaan PTM Terbatas tetap mengacu sesuai dengan edaran Bupati Berau Nomor 800/957 Disdik-Kat/Sckr/VIP021, tanggal 24 Agustus 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Berau," bebernya.


Hal itu sudah ia sampaikan kepada seluruh Sekolah, sehingga pihak sekolah dapat melengkapi persyaratan tersebut. "Tinggal mereka saja, jika sanggup nanti kami yang datang langsung ke Kep. Sekolah untuk memverifikasi. Nanti tim kami yang akan menilai layak atau tidaknya,” pungkasnya. (Marihot MS)


×
Berita Terbaru Update