-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tiga Kardus Surat Bertanda Tangan Gubernur Disita Polisi

Sabtu, 21 Agustus 2021 | Agustus 21, 2021 WIB Last Updated 2021-08-21T12:34:19Z


Padang (kabar-nusantara.com) - Polresta Padang, Sumatera Barat, menyita tiga kardus surat bertanda tangan Gubernur Sumbar Mahyeldi. Surat itu diduga digunakan oleh lima orang untuk meminta uang ke sejumlah instansi daerah setempat. Dilansir dari laman www.jpnn.com, Sabtu (21/8/2021).


Kepala Kepolisian Resor Kota Padang, Kombes Imran Amir mengatakan Ada tiga kardus surat bertanda tangan Gubernur yang kami amankan, jumlahnya mencapai ratusan surat. Surat tersebut menjadi persoalan karena dijadikan proposal untuk meminta sumbangan membuat buku oleh kelima orang yang bukanlah pegawai ataupun honorer pemerintah daerah setempat," kata Imran. 


Surat tersebut menjadi persoalan karena dijadikan proposal untuk meminta sumbangan membuat buku oleh kelima orang yang bukanlah pegawai ataupun honorer pemerintah daerah setempat. "Mereka adalah Do (46), DS (51), Ag (36) MR (50), dan DM (36) yang kini berstatus sebagai saksi," paparnya. 

Imran mengatakan ratusan surat yang diamankan itu adalah surat siap edar ke berbagai instansi, lembaga, ataupun badan usaha di wilayah Sumbar untuk meraup sumbangan.

"Persoalan ini terus kami dalami dan sejumlah saksi dimintai keterangan, karena perlu ditelusuri apakah surat bertanda tangan Gubernur itu asli,"  katanya. 


Sekalipun lima orang yang telah diamankan mengeklaim bahwa surat yang mereka bawa adalah surat asli dan tanda tanganpun asli.  "Jika memang surat itu asli maka perlu ditelusuri juga kenapa orang yang tidak mempunyai ikatan dinas yang membagikan dan uangpun disetor ke rekening pribadi," katanya.


Surat tersebut tertanggal 12 Mei 2021, bernomor 005/3904/V/Bappeda-2021, sedangkan perihalnya adalah: penerbitan profil dan potensi Provinsi Sumatera Barat. Di dalamnya terbubuh tanda tangan Mahyeldi Ansharullah, lalu digunakan oleh lima orang untuk meminta uang kepada sejumlah pihak. 


Dalam surat tertera tulisan agar penerima surat berpartisipasi dan kontribusi dalam mensponsori penyusunan dan penerbitan buku profil Sumatera Barat "Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan" dalam versi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, serta Bahasa Arab serta dalam bentuk soft copy.


Sementara Kepala Satreskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda menjelaskan polemik surat proposal untuk pembuatan buku itu berawal ketika ada warga yang melapor ke polisi. warga tersebut merasa aneh karena surat bertanda tangan Gubernur disebarkan oleh orang yang bukan pegawai, serta uang sumbanganpun disetor ke rekening pribadi bukan rekening daerah atau dinas," jelas Rico.


Rico mengatakan laporan itu kemudian kami tindaklanjuti dengan penelusuran, serta mengamankan kelima orang berikut, surat-surat yang mereka bawa, pihaknya telah memanggil pihak pemerintah untuk dimintai keterangan serta menelusuri keabsahan surat yang dibawa kelima orang itu.


"Kami akan menyelesaikan permasalahan ini hingga tuntas sehingga tidak ada yang dirugikan," kata Kapolres Imran Amir.   (Sinema Laia)


sumber:https://m.jpnn.com/news/

×
Berita Terbaru Update