-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Sekelompok Pelajar di Reok Barat Ikuti Pembelajaran Daring di Bukit

Rabu, 25 Agustus 2021 | Agustus 25, 2021 WIB Last Updated 2021-08-25T06:45:45Z


Manggarai (kabar-nusantara.com) - Sekelompok pelajar di Nggalak Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur mengakses jaringan internet di bukit untuk mengikuti pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19. 


Sulitnya mendapatkan akses jaringan internet membuat sekelompok pelajar tersebut harus rela pergi  jauh dari tempat tinggal mereka  untuk mendapatkan akses jaringan internet. 


Maria Contesa Purnamasari salah satu pelajar kelas XII di sekolah swasta di Reo, kepada media kabar nusantara.com mengaku sangat sedih dan prihatin dengan kondisi ini. 

“Kami sangat sedih dengan situasi ini karena susah mendapatkan jaringan, setiap hari kami harus datang ke tempat ini dengan menempuh perjalanan cukup jauh dari rumah, untuk mendapatkan jaringan internet. Kadang-kadang sampai di tempat ini akses jaringanya kurang lancar sehingga kami harus sabar menunggu," ungkap Contesa melalui pesan WA, Rabu (25/08/2021).


Meskipun ditengah sulitnya mendapatkan jaringan internet, kata dia. Mereka tetap semangat mengikuti pembelajaran daring karena selalu mendapatkan dukungan dari orang tua.

“Meski susah mendapatkan jaringan kami tetap sabar dan semangat datang ke tempat ini untuk mengikuti pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19," ujarnya.


Sementara itu, Habensius Ngati Kepala Sekolah SDI Nggalak yang juga hadir bersama pelajar tersebut menyampaikan keluhanya kepada awak media. Ia mengatakan susah baginya untuk mendapatkan akses jaringan internet sehingga mengalami kesulitan bagi sekolah dalam memperlancar layanan pendidikan yang berbasis IT terutama persiapan pelaksanaan asesmen nasional sebagai pengganti UN yang digelar pada tahun ini.

“Kami sangat susah mendapatkan jaringan internet, untuk mendapatkan jaringan internet kami dari sekolah harus datang ke tempat ini, terutama untuk keperluan persiapan pelaksanaan asesmen nasional yang menjadi program penggati UN dari Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun ini,” ujar Habensius kepada kabar nusantara.com melalu sambungan telepon.


Dia menyampaikan apresiasi kepada sekelompok pelajar tersebut yang begitu semangat dan berjuang keras untuk mengikuti pembelajaran daring mesikpun ditengah kesulitan yang mereka hadapi.

“Saya sangat terharu melihat perjuangan dari anak-anak ini, setiap saat mereka datang ketempat ini dengan segala keterbatasan jaringan mereka tetap semangat untuk mengikuti pembelajaran daring. Saya sebagai orang tua dan pendidik memberi apresiasi dan memotivasi mereka agar tetap semangat belajar meskipun kondisi jaringan yang tidak mendukung,” kata Dia.


Lebih lanjut, dia  berharap kepada pihak Pemerintah Daerah untuk segera merespon persoalan ini dengan membangun infrastruktur layanan internet yang layak sampai ke pelosok desa sehingga bisa mendukung aktivitas pembelajaran daring selama masa pandemi ini. 

“Kami selaku pendidik  berharap kepada pemerintah Daerah  untuk merespon persolan yang kami hadapi, menyediakan fasilitas internet yang memadai untuk menunjang kegiatan pembelajaran jarak jauh dan layanan pendidikan selama masa pandemi ini,"  pungkas Habensius. (GA)

×
Berita Terbaru Update