-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

MOU Helsinki 16 Tahun Aceh Damai Rakyat Belum Dapat Apa-Apa

Minggu, 15 Agustus 2021 | Agustus 15, 2021 WIB Last Updated 2021-08-15T16:35:18Z


ACEH TIMUR  (kabar-nusantara.com) -  Memasuki usia ke 16 tahun MOU Helsinki (15 Agustus 2005 - 15 Agustus 2021) perdamaian Aceh antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia (RI), namun rakyat Aceh masih miskin,  banyak putra-putri Aceh yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi, Minggu, (15/08n /2021).


Masih banyak rakyat Aceh yang hidup dibawah garis kemiskinan jauh dari kata layak dan berkecukupan. Maka wajar Provinsi Aceh saat ini mendapatkan julukan sebagai Provinsi termiskin kedua se-Sumatra Utara, bahkan gelar ini didapatkan dua kali berturut-turut.


Kondisi ini dialami oleh salah satu keluarga di Kabupaten Aceh Timur, Mariani Hasbalah (41) dan Suaminya Mustafa Ismail (41) warga Desa Arul Pinang, Kecamatan Peunaron tergolong kurang beruntung dari segi ekonomi, bahkan kehidupan mereka sanfat tidak   layak.


Pasangan suami istri yang telah dikaruniai delapan orang anak ini tinggal dikawasan terpencil, dan berdekatan dengan hutan belantara di pedalaman Kecamatan Peunaron, kesehariannya sebagai buruh tani di ladang.


Dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh Dinas Sosial Aceh Timur, dinyatakan keenam anak pasangan suami istri ini berasal dari keluarga miskin. Bahkan yang lebih memprehatinkan lagi, keenam anak mereka yang semestinya berada di bangku sekolah, justru tak mendapat  pendidikan apapun akibat faktor keterbatasan ekonomi yang dialami oleh keluarga ini.


Mariani, menyebutkan keenam anaknya itu terpaksa berhenti sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Bahkan, semua anaknya itu juga tidak mendapatkan pendidikan agama,  mengaji dan lain-lain.

"Mereka terpaksa berhenti sekolah akibat tidak adanya biaya," terang Mariani saat berada di Pesantren/Dayah Al-Huda di Desa Seuneubok Teungoh, Kecaman Darul Ihsan.


Adapun ke-enam putra putri Aceh ini yang berasal dari warga miskin yang putus sekolah diantaranya; Rouzatul Jannah (18), Fida Maulida (16), Hidayatullah (14), Hidayatul Jannah (12), serta Ramatullah (10) dan Alif Al Akbar (8).


Beruntung, usai menerima laporan dari Dinas Sosial, Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin HM Thaib, SH atau Rocky langsung memerintahkan agar keenam anak dari keluarga kurang mampu itu dapat diantarkan ke Pesantren Al-Huda yang ada di Kecamatan Darul Ihsan pada Jum'at kemarin.


Bupati Rocky juga menobatkan keenam anak putus sekolah itu sebagai anak asuhnya. Selain akan menanggung kebutuhan sekolah, Rocky juga mengaku akan menjadi orang tua asuh dibidang pendidikan agama, dan mereka semua akan ditempatkan di Pesantren Al-Huda.


Tak hanya persoalan kemiskinan dan pendidikan, masalah infratruktur di berbagai daerah dan pedalaman di Aceh sangat buruk dan jauh dari kata layak. Salah satunya jalan Alue Ie Mirah - Julok, kecamatan Indra Makmur, jalan dan jembatanya rusak..


Selain itu, banyak butir-butir MOU Helsinki yang belum mampu di perjuangkan oleh Pemerintah Aceh dan DPR untuk direalisasikan oleh Pemerintah pusat, termasuk Qanun nomor 3 tahun 2013 tentang bendera dan lambang Aceh.

"Sehingga banyak Rakyat Aceh saat ini bertanya, kemana Otsus, Pemerintah Aceh dan DPR?." pungkas Saifutddin Ismail.  (Saipol)

×
Berita Terbaru Update