-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Delapan Pimpinan SKPD di Karo Terancam Digusur Buntut Silpa Rp.175 Miliar TA 2020.

Senin, 09 Agustus 2021 | Agustus 09, 2021 WIB Last Updated 2021-08-09T04:41:18Z


Tanah Karo (KABAR NUSANTARA) - Pendapat kalangan pemerhati pembangunan Kabupaten Karo mendesak pejabat yang tidak berkompeten segera digusur, buntut dari tidak terserapnya anggaran Rp175 Miliar tahun anggaran 2020, Senin (9/8/2021)


Hal ini dikemukakan sekretaris Korp Wartawan Senior (Koswari), Pelita Monal Ginting, SPd, bahwa pimpinan di suatu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak bisa mempertanggung jawabkan pelaksanaan berdasarkan realisasi kegiatannya sudah sangat layak digusur kedudukannya.


Dia menambahkan, "terjadinya kegagalan penyerapan anggaran di akhir tahun tidak terlepas dari kurang mampunya SKPD membuat perencanaan matang sebelum dilakukan pengusulan untuk pengesahan anggaran oleh pihak legislatif,”  katanya kepada sejumlah wartawan, Minggu (8/8).


Hal senada disampaikan Sekretaris Persaudaraan Jurnalis Tanah Karo (PJTK), Marko S Keloko, SH, bahwa kegagalan penyerapan anggaran Rp.175 Miliar itu dapat memicu multi tafsir dalam penunjukan pimpinan SKPD oleh Bupati dan wakil Bupati terdahulu yang pemilihannya bukan berdasarkan kemampuan atau kualitas.


Kegagalan penyerapan anggaran ini sangat disayangkan, apalagi saat ini masyarakat sedang berjuang mengalahkan keganasan penyebaran Covid-19 yang sudah merusak tatanan perekonomian. Andai kata anggaran yang jumlahnya sangat fantastis itu terserap secara utuh, terwujud dalam bentuk fisik yang akan membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit.

"Pastinya pertumbuhan ekonomi akan berjalan dengan baik dan masyarakat dapat menikmati pembangunan tersebut," ungkapnya.


Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Edy Surianta Surbakti, M.Pd yang diketahui sebagai penyumbang Silpa sebesar Rp.38 miliar tidak bersedia memberikan keterangannya, meskipun telah dihubungi via telepon.  (Pradipta Semb)

×
Berita Terbaru Update