-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Penambang Emas Tanpa Ijin Batu Kerbau Resahkan Warga

Minggu, 01 Agustus 2021 | Agustus 01, 2021 WIB Last Updated 2021-08-01T02:48:45Z


Bungo (kabar-nusantara.com) - Kegiatan penambangan emas tanpa izin (PETI) di hulu Sungai Dusun Batu Kerbau Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo belum juga terselesaikan, malah sebaliknya yang terjadi saat ini, aktifitas PETI semakin menjamur di lokasi tersebut, bahkan sudah hampir menyentuh wilayah pemukiman warga.


Berdasarkan penelusuran awak media dilapangan, banyak masyarakat Dusun Rantau Keloyang yang menyampaikan keluh kesah, masih adanya kegiatan PETI di Hulu sungai, di Dusun Batu Kerbau tersebut. Warga sedih karena saat ini pasokan air bersih berkurang,  apa lagi di saat sudah masuk musim  kemarau, sumur kami sudah kering, ,biasanya kami mandi di sungai, tapi sekarang airnya  keruh.


Erwin warga setempat di temui wartawan waktu mengambil air bersih menyampaikan keluh kesahnya, "kami berharap kepada aparat, tolong diberantas para penambang ilegal yang merusak lingkungan itu, kami sudah lama menderita," katanya, Sabtu (31/07/21)


Sementara Ujang juga warga setempat menyatajan, "tiap hari warga disini  berbondong-bondong membawa galon untuk mencari air bersih, karena air  sungai sudah tidak layak untuk kebutuhan hidup karena rusaknya aliran sungai akibat perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab, yang melakukan penambangan menggunakan alat berat di hulu sungai," ujarnya. 


Sementara Rio Dusun Rantau Keloyang  Muhammad Jasmi, SH saat ditemui di kediamanya, ia mewakili masyarakat setempat mengatakan, sangat tidak setuju dengan  adanya kegiatan PETI yang berlangsung di Batu Kerbau karena  jelas-jelas merugikan masyarakat.

"Saya mewakili masyarakat setempat sangat-sangat tidak setuju dengan adanya aktifitas PETI ini karena sangat merugikan masyarakat, " tegas jasmi

Warga juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bungo untuk dapat menindak lanjuti masalah ini kedepan nya.


"Mohon perhatian dari Bapak Bupati Bungo, Kapolres Bungo, dan aparat penegak hukum terkait, agar ditindak lanjuti masalah ini, karena kami sudah mulai susah untuk mendapatkan sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, yang biasanya kami bisa memanfaatkan aliran sungai, namun sekarang kondisi air sangat keruh  dan  tidak sehat," terang Ujang.  (Abn)

×
Berita Terbaru Update