-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Keputusan Camat Buat Saluran Air Kebun Kelapa Sawit Ditolak Warga

Rabu, 14 Juli 2021 | Juli 14, 2021 WIB Last Updated 2021-07-14T12:04:34Z

MESUJI (kabar-nusantara.com) -  PT. Bangun Tatalampung Asri  (PT. BTLA) menjebol jalan alternatif untuk dibuat saluran air kebun kelapa sawit. Pembuatan saluran air tersebut, ada kesepakatan dari Camat atas dasar musyawarah. Bertempat di Desa Wonosari Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji. (14/07/21).

Saat dikonfirmasi Camat Tarbin melalu WhatsApp membenarkan bahwa pembuatan saluran air kebun kelapa sawit itu sudah disepakati bersama, antara perusahaan dan pihak Pemerintah Kecamatan. Menurutnya keputusan  tersebut sama-sama menguntungkan," ungkap Camat Mesuji Timur.

Pembuatan saluran air PT. BTLA  di  jalan Kecamatan Mesuji Timur yang sudah mencapai 50% terlaksana ditolak oleh masyarakat Desa Sungai Cambai, karena akan berdampak buruk bagi seluruh masyarakat yang hidup di bantaran sungai Cambai.

Menurut Tono (46) warga Desa Sungai Cambai merasa keberatan adanya  pembuatan saluran air kebun kelapa sawit itu diteruskan, karena keberadaan Sungai saat ini merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan masyarakat, dari mulai memasak, minum, cuci, kakus serta mencari ikan untuk pencaharian," tuturnya.

Disambung Firman (55) juga warga setempat menyatajan, selama ini mata pencaharian masyarakat Desa Sungai Cambai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yaitu mencari kayu dan mencari ikan," ungkap Firman.

Sementara itu Bujang (40) menambahkan, "kami berharap pihak perusahaan menghentikan kegiatan tersebut, karena bila saluran air  tersebut ditembuskan, akan berdampak buruk bagi warga Desa Sungai Cambai," kata Bujang.

Menurutnya, dampak buruk itu muncul karena limbah perusahaan sawit itu bermacam-macam, seperti sisa pupuk dikala hujan, cangkang, dan lainnya,  itu semua akan menjadi ancaman buruk bagi kesehatan dan penghasilan masyarakat Sungai Cambai," tuturnya.

Secara terpisah Ketua DPRD Mesuji, Elfiana saat dihubungi wartawan terkait dengan saluran air tersebut menyatakan, "kami akan segera meninjau ke lokasi saluran tersebut bersama Komisi III DPRD Mesuji untuk mencari solusi," jelas wakil rakyat yang peduli dengan masyarakat kecil itu.

Lebih jauh ia menyampaikan, dan sejauh mana kemungkinan dampak buruk yang dikawatirkan masyarakat  jika saluran air  itu tetap dibuat. Meskipun  perusahaan sawit adalah  sumber devisa negara, akan tetapi hak- hak masyarakat tetap harus diutamakan," tutup Ketua DPRD Mesuji Elfiana Khamamik. (Eko)

×
Berita Terbaru Update