-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jurnalis Lawang Kidul Dirikan Komunitas Seduluran Insan Pers Tanjung Enim

Senin, 19 Juli 2021 | Juli 19, 2021 WIB Last Updated 2021-07-18T21:24:25Z

Tanjung Enim (kabar-nusantara.com) - Sejumlah insan pers di Tanjung Enim bersepakat membentuk dan berhimpun dalam satu wadah silaturahmi dan perjuangan sesuai fungsi, hak, kewajiban dan perannya  sebagaimana yang diamanatkan dalam UU Nomor : 40 tahun 1999 tentang Pers.

Hadir dalam rapat perdana komunitas tersebut di kantor Merenim Post, Jln. Pasar Bawah Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim Sumsel, Sabtu (17/7/2021).

Diantaranya, Pemimpin Umum Merenim Post, Ir. Bagus Syani Kasbie, wartawan Laparta News, Yayan Darmawi, wartawan Radar Nusantara dan Media Realitas, M. Umar, wartawan Bidik Sumsel, Aidil, wartawan Buser, Yudi, wartawan Police Watch, Ganda.

 Sementara insan pers Tanjung Enim yang berhalangan hadir namun menyatakan bergabung yaitu wartawan Kejar Info,Bob. Sumsel Jarrak Pos, Nofa Hermanto, Kompas86, Rustandi, Media Trap, Rreno, Koran metro dan sinarsumatra.co.id, Kelvin, Plat Merah, Aldo, dan Denny.

Berbagai hal dibicarakan, didiskusikan, dengan solusi alternatifnya, mulai dari masalah sosial kemasyarakatan, lingkungan hidup, status lahan, pendidikan, kesehatan, pembangunan fasum dan fasos daerah, pemberdayaan masyarakat, tenaga kerja, CSR perusahaan, termasuk kondisi kekinian, pandemi Covid-19.

Sebagai masyarakat yang lahir dan besar, hidup di Tanjung Enim, tentu memiliki kesamaan pandangan serta komitmen untuk turut memajukan daerah dan memberdayakan masyarakatnya sesuai profesinya sebagai insan pers profesional.

“Alhamdulillah, hari ini kami komunitas insan pers Tanjung Enim berkumpul dan bersepakat mendirikan wadah komunikasi dan silaturahmi sebagai bentuk kebersamaan dan persaudaraan yang dinamakan Seduluran Insan Pers Tanjung Enim (SIP-TE). Semoga dapat bertumbuh kembang dalam turut mencerdaskan masyarakat sesuai fungsi, hak, kewajiban dan perannya sebagai insan pers yang diatur dalam UU Nommor : 40/1999,” ujar Bagus sambil.

Bagus menambahkan, dari pengamatan dan pengalamanannya selama ini (14 tahun mengelola koran Merenim Post), Tanjung Enim sebagai daerah penambangan Batubara yang sudah 102 tahun beroperasi, masih banyak 'PR' yang harus dituntaskan, melalui regulasi dan keseriusan komitmen para decession maker pemerintahan maupun perusahaan, termasuk tokoh-tokoh masyarakatnya.

“Ya, penambangan batubara di Tanjung Enim secara formalnya sudah memasuki usia 102 tahun. Namun di Tanjung Enim masih banyak yang perlu dituntaskan. Semua pihak, Pemkab Muara Enim berikut jajarannya, perusahaan PT. BA dan badan usaha lain yang beroperasi di Tanjung Enim, termasuk tokoh-tokoh masyarakatnya, juga insan pers harus lebih bersinergi untuk membangun Tanjung Enim menjadi lebih baik. "Jangan parsial dan setengah hati,” imbuh Sekjen Anak Tanjung Enim di Rantau (Antera) itu dengan penuh harap. 

Para insan pers Tanjung Enim yang hadir dalam rapat perdana SIP-TE tersebut selain bersepakat juga berharap agar Tanjung Enim ke depan menjadi lebih baik.  

“Dengan adanya wadah, komunitas insan pers Tanjung Enim, bisa menyatukan visi misi untuk  membangun Tanjung Enim menjadi lebih baik lagi. Sebagai tempat berbagi pengalaman, dan mencari solusi yang terbaik, demi mempercepat pembangunan terwujudnya Tanjung Enim Kota Tujuan Wisata yang akan menjadi kebanggaan wong Tanjung Enim,” harap M. Umar.

Hal senada disampaikan oleh Yayan Darmawi. “Semoga SIP-TE menjadi wadah untuk insan pers di Tanjung Enim bertukar informasi, berbagi ilmu, dan yang paling utama, dengan adanya SIP-TE ini, keberadaan insan pers Tanjung Enim lebih diakui oleh berbagai pihak. Dalam hal yang berkaitan  terutama demi mensukseskan Tanjung Enim Kota Tujuan Wisata, dan sebagai nya. 

"Keberadaan insan pers dalam wadah SIP-TE ini, bisa menjadi mitra bagi berbagai elemen, lembaga yang ada di Tanjung Enim,” ujar Yayan berharap.

Begitu juga Aidil dari Bidik Sumsel. “Dengan terbentuknya SIP-TE, pertama, menjadi  ajang silahturahmi sesama insan pers. SIP-TE diharapkan dapat menjadi wadah komunitas insan pers  yang mengontrol berbagai  kebijakan pembangunan, ekonomi, sosial budaya,  khususnya di Tanjung Enim,” harapnya.

Harapan atas dibentuknya SIP-TE ini juga disampaikan Ganda. “Harapan saya agar media dapat bersinergi dengan masyarakat dan perusahaan, serta berani berkata benar kalau memang itu benar. Dengan berkumpulnya kita sebagai insan pers, tentu bisa memberikan dampak positip bagi masyarakat sekitar kita. 

"Semoga SIP-TE bisa menjembatani permasalahan yang ada antara masyarakat, pemerintah daerah, dan perusahaan,” ujar Ganda.

Seperti diketahui, dalam UU No 40 th 1999 Pasal 3 disebutkan, fungsi Pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial, juga lembaga ekonomi; Dalam Pasal 4, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi; Untuk kewajibannya diatur dalam Pasal 5, Pers berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah, serta melayani hak jawab dan hak koreksi. 

Sedangkan Perannya dalam Pasal 6 disebutkan melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran. (mhb)

×
Berita Terbaru Update